Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Editorial

Membangkitkan Pesona “Gurilaps”, Pemulihan Pariwisata Sukabumi Pasca-Bencana 2025

5
×

Membangkitkan Pesona “Gurilaps”, Pemulihan Pariwisata Sukabumi Pasca-Bencana 2025

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Kabupaten Sukabumi pada penghujung tahun 2024 hingga awal 2025 sempat melumpuhkan urat nadi pariwisata, terutama di kawasan Selatan seperti Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Namun, memasuki tahun 2026, optimisme baru muncul melalui serangkaian langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi untuk memulihkan sektor unggulan ini.
Pemulihan Infrastruktur dan Konektivitas Jalur Wisata
Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah menetapkan perbaikan jalan dan jembatan terdampak bencana sebagai prioritas utama anggaran 2025-2026. Jalur utama menuju Geopark Ciletuh, baik dari arah Palabuhanratu maupun Bogor, dipastikan telah kembali aman dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
Mitigasi Bencana Berbasis Destinasi
Belajar dari dampak bencana akhir 2025, Dinas Pariwisata kini mengintegrasikan skema mitigasi risiko bencana langsung ke dalam pengelolaan objek wisata. Langkah konkretnya meliputi:
• Pemeriksaan menyeluruh terhadap keamanan fisik destinasi.
• Peningkatan peran Balawista (lifeguard) dan Polisi Pariwisata untuk menjamin keamanan pengunjung.
• Penyusunan Strategi Pariwisata 2025–2029 yang berbasis data untuk memetakan zona rawan secara lebih akurat.
Inovasi Transportasi dan Produk Wisata
Kehadiran Kereta Api Wisata Jaka Lalana yang diluncurkan pada Desember 2025 menjadi angin segar untuk mendiversifikasi akses masuk wisatawan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jalur darat yang rawan longsor. Selain itu, Pemkab terus mempromosikan konsep wisata “Gurilaps” (Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Sungai) yang berbasis edukasi lingkungan dan budaya lokal.
Pemulihan Citra dan Digital Branding
Menghadapi tantangan hoaks dan misinformasi pasca-bencana, pemerintah secara masif menyuarakan narasi bahwa Sukabumi tetap aman untuk dikunjungi melalui penguatan konten di media sosial. Kolaborasi dengan investor juga tengah dijajaki untuk mengelola aset wisata secara lebih profesional dan berkelanjutan.

(Redaksi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *