Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Pelatihan Balawisata Tingkatkan Standar Keselamatan Wisata Air di Jakarta

13
×

Pelatihan Balawisata Tingkatkan Standar Keselamatan Wisata Air di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Pemandu Keselamatan Wisata Tirta (Balawista) Tahun 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 40 orang peserta terpilih ini bertujuan memastikan standar keselamatan tinggi di kawasan wisata air Jakarta.

Rangkaian kegiatan utama telah dilaksanakan mulai tanggal 6 hingga 8 April 2026 untuk sesi pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan Uji Kompetensi BNSP pada tanggal 9 April 2026. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di kawasan Ancol, meliputi Mercure Convention Center, Kolam Ombak dan Kolam Tanding Atlantis Ancol, serta Pantai Jet Ski Academy Indonesia.

Pelatihan ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlaku, mencakup berbagai materi krusial bagi seorang pemandu keselamatan profesional.

Dalam pelaksanaannya, melalui Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) bersinergi dengan Balawista Nasional dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Parnasa Pariwisata Flores untuk menjamin kualitas lulusan yang kompeten.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, keamanan dan keselamatan adalah fondasi utama dalam industri pariwisata. Maka itu, sertifikasi ini merupakan instrumen vital dalam membangun kepercayaan wisatawan terhadap destinasi di Jakarta.

Ia menyampaikan, pelatihan Balawista tidak hanya mencetak tenaga kerja yang terampil, tetapi juga memperkuat reputasi Jakarta sebagai destinasi wisata kelas dunia yang aman dan nyaman bagi siapa saja.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM sesuai standar nasional agar sektor pariwisata kita semakin tangguh dan berdaya saing global,” ujarnya, Kamis (9/4).

Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Endrati Fariani menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM pariwisata untuk mendukung visi Jakarta yang inklusif. Ia menilai, pelatihan ini adalah langkah nyata untuk memastikan setiap sudut wisata tirta di Jakarta memiliki pengawasan yang profesional.

“Kami mengintegrasikan materi ‘Jakarta Kota Inklusif Ramah Disabilitas’ ke dalam kurikulum agar para pemandu tidak hanya cakap dalam penyelamatan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang setara bagi seluruh wisatawan,” jelasnya.

Endrati menambahkan, melalui seleksi ketat yang dimulai sejak 13 Maret 2026, pihaknya hanya memilih kandidat terbaik yang lolos seleksi administrasi dan pre-test.

“Tujuannya yaitu menghasilkan tenaga kerja bersertifikat BNSP yang siap menjaga keamanan dan kelestarian wisata berkelanjutan di Jakarta,” tandasnya.

Sebagai informasi, materi yang diajarkan terdiri dari 24 unit kompetensi yang meliputi:

1. Tes Fisik dan Penyelamatan: Swimming Test 400 meter, Water Trappen, Apnea, serta teknik penyelamatan korban tenggelam dengan atau tanpa peralatan.

2. Penanganan Medis Darurat: Tindakan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), penanganan korban pingsan, tidak sadar, hingga patah tulang.

3. Kompetensi Tambahan: Komunikasi Bahasa Inggris tingkat dasar, prosedur K3, serta perlindungan anak di area wisata tirta.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *