Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Soroti Kebijakan Ekonomi Prabowo, Perkumpulan INISIATIF Desak Pemerintah Lakukan Koreksi Total

28
×

Soroti Kebijakan Ekonomi Prabowo, Perkumpulan INISIATIF Desak Pemerintah Lakukan Koreksi Total

Sebarkan artikel ini
Diskusi bertajuk "Membaca Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Prabowo dan Dampaknya" yang digelar di Hotel Horison, Bandung, Selasa (14/4/2026). Foto: Amran Halim
Example 468x60

INDVESTA.ID – Perkumpulan INISIATIF bersama SUSTAIN menggelar diskusi publik bertajuk “Membaca Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Prabowo dan Dampaknya” di Hotel Horison, Bandung, Selasa (14/4/2026).

Forum ini menyoroti adanya kesenjangan tajam antara narasi “ekonomi campuran” yang berkeadilan dengan realitas data di lapangan. Data tersebut menunjukkan pelemahan kesejahteraan masyarakat dan kemerosotan demokrasi.

Ketua Perkumpulan INISIATIF, Sapei Rusin, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ajang diskusi biasa, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral kepada publik.

“Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi bagian dari ikhtiar politik, moral dan intelektual untuk mengembalikan arah pembangunan ke rel ideologisnya,” ujar Sapei Rusin di lokasi acara.

Ia menambahkan, arah pembangunan harus segera dikoreksi untuk memastikan terciptanya kedaulatan ekonomi. “Tujuannya adalah mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat,” tegasnya.

Sebagai bentuk solusi, Perkumpulan INISIATIF dan SUSTAIN mendorong pemerintah untuk segera melakukan desentralisasi ekonomi. Hal ini guna mencegah munculnya kelompok elite bisnis baru yang eksklusif.

Pemerintah juga diminta membuka ruang partisipasi publik dan ahli dalam merumuskan kebijakan strategis nasional. Transparansi dianggap kunci agar kebijakan tidak hanya menguntungkan segelintir pihak.

Terkait industri, hilirisasi harus diarahkan pada sektor padat karya dan ramah lingkungan. Industri hijau seperti panel surya dan baterai EV dinilai lebih bermanfaat dibanding proyek ekstraktif.

Selain itu, percepatan energi terbarukan melalui insentif solar rooftop menjadi poin penting. Skema power wheeling juga diusulkan untuk mendorong keterlibatan pihak swasta dan publik secara luas.

Untuk memperkuat pendapatan negara, sektor ekstraktif seperti batu bara didesak untuk memberikan kontribusi lebih besar. Hal ini dilakukan melalui peningkatan pungutan atas keuntungan berlebih (super normal profit).

Diskusi ini menghadirkan Direktur Eksekutif SUSTAIN Tata Mustasya, ekonom Diding Sakri, Alamsyah Saragih, serta sejumlah pakar dari UNPAD, Pikiran Rakyat, dan BRIN sebagai penanggap.

Penulis : Anka Wi

Editor   : Las

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *