Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Rapat Monev Penuntasan Tuberkulosis dan Stunting, Pemkot Jakarta Utara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

12
×

Rapat Monev Penuntasan Tuberkulosis dan Stunting, Pemkot Jakarta Utara Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penuntasan Tuberkulosis (TB) sebagai tindak lanjut rencana kerja program penuntasan TB dan penurunan prevalensi stunting tahun 2026. Kegiatan dipimpin Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Utara, Muhammad Andri.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan TB. Tahun ini, setiap kelurahan di Jakarta Utara ditargetkan membentuk minimal dua RW Siaga Tuberkulosis. Sebelumnya, Jakarta Utara telah membentuk 33 Kampung Siaga TB pada 2024 dan 36 Kampung Siaga TB pada 2025.

“Penanganan tuberkulosis tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, kader hingga masyarakat. Penguatan monitoring dan evaluasi pada setiap tahapan harus dilakukan agar penanganannya lebih terukur, tercatat dengan baik, dan hasilnya dapat dirasakan secara nyata,” ujar M. Andri, Selasa (19/5).

Ia menambahkan, penanganan TB harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pengawasan kepatuhan minum obat, kampanye edukasi, serta penghapusan stigma terhadap pasien TB. Selain itu, monitoring acak ke sekolah dan RW Siaga TB akan dilakukan pada Agustus–September 2026 sebagai bagian evaluasi program.

“Kita perlu memperkuat advokasi kepada masyarakat agar disiplin menjalani pengobatan, meningkatkan pengawasan minum obat pasien, memperluas kampanye kesadaran tentang tuberkulosis, serta menghilangkan stigma terhadap pasien TB melalui pendekatan yang lebih positif dan edukatif,” tambahnya.

Pada rapat tersebut, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara memaparkan instrumen pemantauan RW Siaga TB berbasis data by name by address (BNBA) per RW dan kelurahan. Sistem tersebut digunakan untuk memantau pasien TB beserta kontak eratnya, di mana satu pasien akan diikuti pendataan terhadap delapan kontak erat yang wajib menjalani skrining.

Instrumen pemantauan tersebut akan dibagikan kepada kelurahan dan kader untuk mendukung pelaksanaan skrining, pemantauan kontak erat, pengawasan konsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT), hingga Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Penginputan data direncanakan mulai Juni 2026 dan akan dievaluasi setelah tiga bulan pelaksanaan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *