INDVESTA.ID – Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Ajakan itu disampaikan usai dirinya menjadi salah satu responden sensus.
Menurut Suhud, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Data yang akurat akan memastikan pembangunan berjalan lebih presisi dan sesuai kondisi riil masyarakat. Karena itu, penting bagi pejabat publik maupun pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026,” ujar Suhud, di kediamannya, Selasa (16/6).
Ia mengatakan, keterbukaan pelaku usaha dalam memberikan informasi akan membantu pemerintah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Jakarta.
Selain itu, hasil sensus juga akan menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan dan anggaran pembangunan DKI Jakarta Tahun 2027.
“Data ini akan menjadi basis dalam menentukan arah kebijakan, desain pembangunan, hingga penyusunan anggaran ke depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengapresiasi partisipasi Ketua DPRD DKI dalam Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keterlibatan tokoh publik dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut menyukseskan pendataan.
“Semakin tinggi partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, semakin baik pula kualitas data yang dihasilkan,” katanya.
Kadarmanto menjelaskan, Sensus Ekonomi memiliki peran strategis bagi Jakarta yang menyumbang sekitar 16 persen terhadap perekonomian nasional. Data yang terkumpul akan digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, memetakan daya saing usaha, serta mendukung visi Jakarta sebagai kota global.
Guna meningkatkan partisipasi pelaku usaha, BPS menjalankan program Ngisi Bareng (Ngibar) yang memungkinkan perusahaan melakukan pendataan secara mandiri melalui platform digital. Seluruh proses pendataan juga telah berbasis digital dan dapat dipantau secara real time.
Di sisi lain, Kepala BPS Jakarta Utara, Theresia Parwati menambahkan, pihaknya juga mendapat dukungan penuh dari Pemkot Jakarta Utara dalam pelaksanaan sensus, terutama untuk menjangkau pelaku usaha skala besar.
Selain pendataan lapangan, BPS Jakut juga memberikan perhatian pada perkembangan ekonomi digital. Sebab itu, BPS menggandeng komunitas Jakut Hub guna memetakan potensi ekonomi digital yang terus berkembang di wilayah tersebut.
“Jakarta Utara memiliki karakter ekonomi yang beragam. Kami ingin memastikan seluruh potensi ekonomi, termasuk ekonomi digital, dapat terdata dengan baik agar hasilnya bermanfaat bagi pembangunan wilayah,” tandas Theresia.


















