INDVESTA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat transformasi Jakarta sebagai Kota Global melalui penyediaan transportasi publik dan ruang publik yang inklusif, aman, serta berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meresmikan fasilitas terintegrasi Halte Transjakarta Swadarma ParagonCorp sekaligus meninjau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bhinneka Swadarma di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7).
“Peresmian fasilitas terintegrasi Halte Swadarma Paragon menegaskan bahwa Jakarta menuju Kota Global tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui layanan publik yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan ParagonCorp merupakan kelanjutan kerja sama yang dimulai melalui pemberian hak penamaan (naming rights) Halte Swadarma ParagonCorp pada Januari 2025. Kemitraan tersebut kemudian berkembang melalui sejumlah program, antara lain penyediaan Water Station atau fasilitas air minum gratis bagi pengguna transportasi publik bersama PAM Jaya, Paragon Empties Station sebagai tempat penampungan sampah anorganik khususnya kemasan bekas kosmetik, pembangunan musala di enam halte Transjakarta, serta revitalisasi halte secara menyeluruh yang dilengkapi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) inklusif.
Halte Swadarma ParagonCorp dilengkapi lift yang dirancang khusus menyesuaikan kondisi lapangan. Fasilitas tersebut melayani mobilitas lebih dari seribu pengguna Transjakarta setiap hari dan memudahkan akses bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta masyarakat umum.
Gubernur Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus mengoptimalkan skema creative financing untuk mempercepat pembangunan kota. Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan sektor swasta.
“Jakarta tidak bisa dibangun sendirian oleh Pemerintah DKI Jakarta. Kita melakukan creative financing bekerja sama dengan swasta, salah satunya hari ini dengan Paragon, dan menunjukkan baik itu RPTRA maupun halte terkelola sangat baik dan dimanfaatkan cukup baik oleh masyarakat,” katanya.
Gubernur Pramono mengapresiasi komitmen ParagonCorp dalam mendukung pembangunan Jakarta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Saya mengapresiasi ParagonCorp atas komitmennya mendukung pembangunan Jakarta. Ke depan, saya berharap kolaborasi melalui program CSR terus diperluas, tidak berhenti pada revitalisasi halte, tetapi juga menyasar berbagai kebutuhan layanan publik lainnya,” ujarnya.
Terkait keberlanjutan pemeliharaan lift ramah disabilitas, Gubernur Pramono memastikan fasilitas tersebut akan dirawat secara berkesinambungan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menginstruksikan seluruh BUMD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta agar lebih proaktif membangun kemitraan dengan dunia usaha. Saat ini telah disiapkan enam titik halte lainnya untuk dikembangkan melalui skema kolaborasi serupa.
“Saya menginstruksikan BUMD untuk semakin proaktif membangun kemitraan dengan dunia usaha agar lebih banyak program CSR dapat diwujudkan melalui skema creative financing demi mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai Kota Global,” tuturnya.
Sementara itu, Group Chief Executive Officer (CEO) ParagonCorp, Harman Subakat, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta atas terjalinnya kolaborasi tersebut.
“Bagi kami, Paragon tumbuh bukan hanya untuk mencari manfaat, tetapi juga memberikan manfaat. Ini merupakan perwujudan dari tujuan perusahaan. Mudah-mudahan kolaborasi ini semakin besar, semakin banyak, dan bermanfaat bukan hanya bagi Jakarta, tetapi juga Indonesia,” kata Harman.
Usai meresmikan halte, Gubernur Pramono meninjau RPTRA Bhinneka Swadarma untuk memastikan ruang publik tersebut berfungsi optimal sebagai sarana interaksi sosial, bermain, d

















