Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Sudin Parekraf Jakut Gelar Bimtek Pokdarwis Diikuti 100 Peserta

6
×

Sudin Parekraf Jakut Gelar Bimtek Pokdarwis Diikuti 100 Peserta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA,ID – Sebanyak 100 peserta mengikuti Bimbingan Teknis Pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Bimtek Pokdarwis) Tahun 2026 yang diselenggarakan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada 8-9 September 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan wawasan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis digital dan budaya lokal.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengatakan, pembangunan kepariwisataan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan perlu mengedepankan konsep pentahelix.

“Unsur-unsur dalam pembangunan pariwisata mencakup pemerintah, akademisi, pengusaha, media, dan masyarakat. Sinergisitas ini penting untuk mendorong industri pariwisata agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya, di lokasi acara, salah satu hotel di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Selasa (8/9).

Ia menambahkan, seiring transformasi Jakarta menjadi kota global yang mengedepankan pengalaman budaya (cultural experience), Jakarta Utara memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Melalui Bimtek ini, kita ingin mewujudkan masyarakat yang sadar wisata dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Sapta Pesona. Keunikan budaya lokal perlu kita lestarikan agar destinasi wisata dapat berkembang secara mandiri dan profesional,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti menjelaskan, Pokdarwis merupakan ujung tombak dalam pengembangan pariwisata di wilayah.

Ia menuturkan, Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara berkomitmen meningkatkan kapasitas, wawasan, dan kreativitas masyarakat agar memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama fokus pada pendalaman materi bertema Penguatan Kapasitas Pokdarwis Jakut Berbasis Digital dan Budaya Lokal Menuju Jakarta Kota Global dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi,” ungkapnya.

Restuning memaparkan, pada hari kedua peserta akan mengikuti studi lapangan ke Kampung Wisata Cinangneng, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan destinasi wisata.

Menurutnya, sebanyak 100 peserta berasal dari berbagai komunitas dan pengelola destinasi wisata di Jakarta Utara. Mereka antara lain berasal dari Komunitas Masjid Luar Batang, Gereja Tugu, pengelola Destinasi Marunda dan Sunda Kelapa, Kampung Proklim, perajin batik, serta pelaku UMKM.

“Kami berharap melalui sinergi ini, kualitas pariwisata di masing-masing wilayah semakin meningkat dalam mendukung Jakarta sebagai kota global,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang peserta dari Komunitas Kampung Proklim Jakarta Utara, Beni (39) mengapresiasi pelaksanaan Bimtek tersebut karena memberikan banyak wawasan baru yang dapat dikembangkan di wilayahnya.

“Kami merasa beruntung bisa ikut serta karena menambah ilmu dan wawasan. Hasil kunjungan lapangan dan materi yang diberikan tentu akan kami terapkan untuk kemajuan pariwisata di Jakarta Utara,” tandasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *