Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Sudin KPKP Jakut Gencarkan Gemarikan Menyasar 2.000 Anak  Sekolah di Jakut 

8
×

Sudin KPKP Jakut Gencarkan Gemarikan Menyasar 2.000 Anak  Sekolah di Jakut 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara terus menggencarkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Tahun ini, program tersebut menyasar 2.000 anak tingkat SD/sederajat dan TK/PAUD di enam kecamatan.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit mengatakan, kegiatan Safari Gemarikan untuk peserta didik SD/sederajat sudah dilaksanakan di MIN 22 Rorotan, Kecamatan Cilincing, dan MI Al Jihad, Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok,

Menurutnya, Suku Dinas KPKP Jakarta Utara sudah mendistribusikan 1.000 paket makanan berbahan olahan ikan kepada para siswa. Paket tersebut terdiri atas fish katsu, bakso ikan, dan bandeng presto.

“Sebanyak 1.000 paket olahan ikan untuk pelajar SD/sederajat sudah kami distribusikan,” ujarnya, Jumat (25/9).

Novy menjelaskan, penentuan sekolah sasaran dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jakarta Utara serta Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Utara. Koordinasi tersebut dilakukan agar pelaksanaan program tepat sasaran dan dapat menjangkau anak-anak di berbagai wilayah Jakarta Utara.

“Untuk 1.000 paket lainnya, kami akan bagikan kepada anak TK/PAUD. Distribusi dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026 dengan menu fish katsu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Riyadi Akbar menambahkan, Gemarikan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat di Jakarta Utara.

Ia menuturkan, ikan kaya akan protein hewani dan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan fisik serta perkembangan otak anak.

“Program ini diharapkan dapat membangun kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting,” ungkapnya.

Ia memaparkan, selain membagikan makanan olahan ikan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua yang mendampingi anak. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan bergizi serta cara mengolah ikan menjadi makanan yang menarik dan disukai anak.

Riyadi berharap, edukasi tersebut dapat diterapkan di lingkungan keluarga sehingga konsumsi ikan tidak berhenti pada kegiatan Gemarikan, tetapi menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.

“Pembiasaan anak mengonsumsi ikan dan memenuhi kebutuhan gizinya, kami berharap turut mendukung penurunan angka stunting di Jakarta Utara,” tandasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *