Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AdvertorialBisnisKokab SukabumiPariwisataPemerintahan

Desa Cikakak Sukabumi Miliki Potensi Besar di Sektor Perikanan, Pertanian dan Peternakan Perikanan Serta Kaya Wisata Alam

14
×

Desa Cikakak Sukabumi Miliki Potensi Besar di Sektor Perikanan, Pertanian dan Peternakan Perikanan Serta Kaya Wisata Alam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Desa Cikakak Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, memiliki kekayaan potensi alam yang cukup lengkap dengan karakteristik geografis yang unik. Wilayah desa ini didominasi oleh dataran rendah di kawasan pesisir hingga perbukitan dan lereng bukit di bagian daratan yang lebih tinggi, menjadikannya memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pariwisata berbasis alam.

Secara topografi, wilayah Desa Cikakak merupakan perpaduan antara dataran rendah pesisir dan lereng atau punggung bukit. Ketinggian wilayahnya tergolong rendah, dengan beberapa titik berada di kisaran 39 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi tanah di wilayah ini umumnya berupa tanah mineral, dengan karakter berbatu di beberapa area perbukitan. Meski demikian, wilayah perbukitan di Sukabumi Selatan, termasuk Cikakak, memiliki kerentanan terhadap pergerakan tanah sehingga pengelolaan dan konservasi lahan menjadi hal penting dalam pembangunan desa.

Kepala Desa Cikakak, Dede Mulyadi, mengatakan bahwa kondisi geografis tersebut justru menjadi kekuatan utama desa jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan.

“Desa Cikakak memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari wilayah pesisir hingga perbukitan. Ini merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan secara terpadu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Dede dalam keterangannya, Selasa 03/02/2026.

Di sektor pertanian, Desa Cikakak dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi agro-wisata yang menjanjikan, terutama di bidang perkebunan durian. Kontur perbukitan yang dimiliki sangat cocok untuk pengembangan durian unggulan, seperti Durian Montong, Musang King, Matahari, dan Duri Hitam. Komoditas ini berpotensi menjadi ikon pertanian sekaligus daya tarik wisata berbasis perkebunan.

Selain durian, berbagai tanaman hortikultura juga cocok dikembangkan di Desa Cikakak, seperti kelapa kopyor, manggis dan pepaya yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman buah lainnya seperti alpukat, petai, nangka, dan sawo juga sesuai dengan kondisi tanah dan iklim tropis basah di wilayah tersebut.

Untuk tanaman pangan dan palawija, jagung menjadi salah satu komoditas yang berkembang pesat dan bahkan telah diarahkan sebagai bagian dari konsep agro-wisata. Selain itu, kacang tanah serta ubi kayu dan ubi jalar juga cocok dibudidayakan pada lahan tegalan atau daratan kering. Sementara itu, sektor persawahan masih cukup luas, dengan luasan area sawah di Kecamatan Cikakak mencapai kurang lebih 2.966 hektare.

“Pengelolaan lahan di wilayah lereng harus dilakukan dengan memperhatikan aspek konservasi, seperti penerapan terasering dan sistem drainase yang baik, agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan risiko longsor dapat diminimalkan,” tambah Dede.

Sebagai upaya menjaga kestabilan lahan di wilayah perbukitan, tanaman industri dan kehutanan seperti bambu dan mahoni memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain bernilai ekonomi, tanaman tersebut juga berfungsi sebagai penguat lereng dan pencegah erosi.

Di sektor perikanan, Desa Cikakak memiliki potensi pengembangan perikanan ikan air tawar, seperti melalui kolam budidaya milik warga dan pemanfaatan sumber air yang tersedia. Menurut Dede, perikanan air tawar berpeluang menjadi salah satu sektor pendukung ketahanan pangan desa sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Sementara itu, sektor pariwisata menjadi potensi unggulan lainnya. Desa Cikakak memiliki sejumlah destinasi wisata alam pesisir dan air terjun (curug) yang masih alami, di antaranya Pantai Cempaka Ratu, Pantai Kamboja, Pantai Kumala, Pantai Kadaka, Pantai Batu Karut, Curug Indra, dan Curug Kembar. Keindahan alam yang ditawarkan menjadikan kawasan ini cocok untuk wisata keluarga, wisata petualangan, hingga wisata healing.

Pantai Cempaka Ratu menjadi potensi wisata baru yang dinilai sangat menjanjikan. Pantai ini menyuguhkan panorama laut yang indah, hamparan pasir yang menawan, serta suasana alam yang masih terjaga. Dengan pengelolaan yang tepat, Pantai Cempaka Ratu berpeluang menjadi ikon wisata desa sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat, seperti usaha kuliner berbasis hasil laut, homestay, dan jasa wisata.

Dede Mulyadi menegaskan bahwa pengembangan seluruh potensi Desa Cikakak memerlukan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait. Melalui perencanaan yang matang dan pengelolaan berbasis keberlanjutan, potensi yang dimiliki diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami butuh sinergi dan kolaborasi antarintansi untuk mengembangkan dan memajukan semua potensi yang ada. Kedepan mudah-mudahan Desa Cikakak bisa lebih maju lagi,” pungkasnya

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *