INDVESTA.ID – Aksi nyata menyambut Ramadan 1447 H ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui gerakan bersih-bersih sampah secara serentak di kawasan wisata pantai, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin langsung oleh kepala daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar mengapresiasi aksi menyapu sampah sepanjang kawasan wisata Palabuhanratu mulai dari Alun-alun Gadobangkong, Muara Citepus, hingga Pantai Karanghawu Cisolok ini. Ia menegaskan komitmen daerah wisata untuk tampil bersih dan bermartabat.
Ditegaskan Ali, dari aksi gerakan kolosal tersebut sedikitnya 16 meter kubik sampah berhasil diangkut dari sejumlah titik objek wisata.
“Ini bukan kerja seremonial, kita bergerak bersama pemerintah dan masyarakat menjawab kebutuhan nyata kebersihan pesisir,” ujarnya.
Dijelaskan Ali, sebanyak 2 unit truk dikerahkan untuk mengangkut sampah tersebut yang didominasi material organik seperti batok kelapa, daun, dan ranting. Namun, sampah anorganik juga masih ditemukan mulai plastik kemasan makanan, kantong kresek, hingga styrofoam.
“Seluruhnya kemudian dibawa ke TPA Cimenteng untuk diproses melalui fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF),” ucapnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden pada awal Februari lalu agar aparatur pemerintah rutin bergotong royong bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan. Lebih dari itu, ia menyebut ada tiga pemicu utama digelarnya aksi ini.
Pertama, selaras dengan visi Sukabumi Mubarokah, kebersihan dipandang sebagai cermin iman dan ketakwaan.
“Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, bersih-bersih kemarin bukan hanya soal fisik, tetapi juga simbol membersihkan hati agar ibadah lebih sempurna dan menghadirkan kehidupan yang muttaqin,” tuturnya.
Kedua, sebagai daerah tujuan wisata, Palabuhanratu mengemban prinsip Sapta Pesona, dengan kebersihan sebagai pilar utama. Karena itu, tanggung jawab menjaga kawasan tidak bisa dibebankan pada pemerintah semata.
“Ini sabilulungan, gotong royong, amal jama’i. Pemerintah hadir, masyarakat terlibat, kesadaran bersama yang kita bangun,” tegas Ali.
Ketiga, aksi ini sekaligus menindaklanjuti arahan penataan kawasan: kebersihan pesisir wisata, penertiban spanduk dan billboard yang tidak sesuai estetika maupun perizinan, serta pembenahan kabel-kabel yang semrawut.
“Ya, sejumlah titik menjadi fokus, antara lain kawasan Gado Bangkong TPI, area Istana Presiden, RTH Citepus, Pantai NR, dan Muara Citepus,” tuturnya.
Kedepan Dinas Pariwisata akan memperkuat edukasi kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, sekaligus mendorong pengurangan plastik sekali pakai termasuk penggunaan wadah dan kantong belanja yang berkelanjutan.
“Harapannya sederhana namun penting: Palabuhanratu tetap bersih, indah, dan layak dibanggakan sebagai destinasi unggulan,” pungkasnya.
(Jackz)

















