Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Iftar Bersama Dinas Pendidikan, Gubernur Pramono: Pendidikan Inklusif dan Transparan Jadi Prioritas

6
×

Iftar Bersama Dinas Pendidikan, Gubernur Pramono: Pendidikan Inklusif dan Transparan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri kegiatan iftar sekaligus bersilaturahmi dan memberikan arahan kepada jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung Dinas Pendidikan, Jakarta Selatan, pada Kamis (26/2).

Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh jajaran dan tenaga pendidik yang terus berupaya meningkatkan mutu layanan serta pemerataan pendidikan.
Dalam arahannya, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan mutu pendidikan yang inklusif dan transparan, sehingga setiap warga Jakarta memperoleh akses yang setara serta menghadirkan unsur keadilan dalam dunia pendidikan.

“Kami menegaskan komitmen untuk memastikan setiap anak Jakarta, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah, memperoleh akses terhadap pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Gubernur Pramono menegaskan, anggaran pendidikan, termasuk untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program pemutihan ijazah, dan fasilitas pendidikan lainnya tidak boleh berkurang sedikit pun. Melalui Program Pemutihan Ijazah Tahap I hingga V Tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan kembali kesempatan belajar kepada 6.050 siswa yang sebelumnya terkendala persoalan administrasi.

“Pada 2025, KJP Plus telah menjangkau 707.513 peserta didik dan KJMU menjangkau 16.920 mahasiswa. Program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan sosial. Selain itu, hal yang berkaitan dengan tunjangan dan berbagai hak lainnya bagi seluruh jajaran Balai Kota, termasuk Saudara-saudara sekalian, tidak boleh dikurangi sedikit pun,” jelasnya

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyoroti pentingnya menghadirkan suasana sekolah yang kondusif agar peserta didik memperoleh proses pembelajaran yang efektif serta aman dari berbagai potensi yang menimbulkan ketidaknyamanan.

“Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pendidikan, penguatan kepemimpinan sekolah yang inovatif, serta kebijakan tanpa toleransi terhadap perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *