Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PariwisataPemerintahan

Lonjakan Wisatawan saat Lebaran, Kadispar Sukabumi : Angin Segar Sektor Pariwisata !

8
×

Lonjakan Wisatawan saat Lebaran, Kadispar Sukabumi : Angin Segar Sektor Pariwisata !

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

‎INDVESTA ID Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyebutkan mayoritas wisatawan berkunjung ke kawasan selatan. Rinciannya, wilayah selatan bagian timur menyerap 165.133 pengunjung, selatan bagian barat 131.045 orang, dan wilayah utara 29.367 orang.

‎Hal itu disampaikannya pada Selasa (31/3/2026) saat menanggapi lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2026 di Kabupaten Sukabumi.

‎Ia juga mengungkap, dalam kurun waktu enam hari, sejak 21 hingga 26 Maret 2026, jumlah kunjungan tercatat mencapai 325.545 orang. kondisi itu dikatakannya membawa angin segar bagi sektor pariwisata di Kabupaten terluas se- Jawa Bali ini.

‎“Lonjakan ini menunjukkan daya tarik wisata Sukabumi masih sangat kuat, terutama di kawasan pesisir selatan,” ujarnya,

‎Kadispar juga mengakui pendataan saat ini masih menghadapi keterbatasan. Hingga kini, data akurat baru diperoleh dari enam objek daya tarik wisata (ODTW) yang menerapkan sistem tiket resmi.

‎”Terkait pendataan di destinasi lain masih dilakukan secara manual melalui koordinasi dengan pengelola. Dari total sekitar 52 ODTW, baru 13 destinasi yang terpantau langsung.

‎Disampaikannya, metode konvensional tersebut tentu memiliki keterbatasan, apalagi dengan kondisi akses terbuka, kepadatan di titik tertentu, hingga keberadaan pelaku usaha ilegal di sektor parkir dan wisata.

‎”Untuk menjawab tantangan tersebut, kami tengah menyiapkan sistem tollgate berbasis kawasan wisata. Sistem ini diharapkan mampu mendeteksi jumlah pengunjung secara real time, sekaligus memastikan wisatawan terdaftar dalam perlindungan asuransi,” tandasnya.

‎Ali menambahkan, kebijakan ini juga merujuk pada hasil risk assessment Dirpamobvit Polda Jawa Barat, khususnya di kawasan laut Palabuhanratu yang dikenal memiliki dinamika gelombang ekstrem.

‎”Selain meningkatkan keselamatan, sistem terintegrasi ini diyakini dapat menekan kebocoran pendapatan dan mendorong optimalisasi PAD. Dengan tata kelola yang lebih tertib dan transparan, wisatawan akan merasa lebih aman dan nyaman. Ini yang sedang kami dorong,” pungkas Kadispar Ali Iskandar.

Penulis : NA

Redaktur : Azhar

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *