Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
EditorialKokab SukabumiPariwisata

Masa Depan Hijau Sukabumi, Memupuk Pariwisata dengan Kearifan Organik

24
×

Masa Depan Hijau Sukabumi, Memupuk Pariwisata dengan Kearifan Organik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Kabupaten Sukabumi, dengan kemegahan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan hamparan agrowisatanya, kini berada di persimpangan jalan menuju pariwisata berkelanjutan. Di tengah mandat Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang mewajibkan konsep ramah lingkungan, peran pupuk organik dan pupuk hayati muncul sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dalam menjaga “napas” alam Tatar Pajampangan.

Ancaman di Balik Kepraktisan Kimia
Ketergantungan pada pupuk kimia sintetis dalam jangka panjang menjadi ancaman senyap bagi destinasi wisata alam. Penggunaan yang berlebihan tidak hanya merusak struktur tanah dan membunuh mikroorganisme bermanfaat, tetapi juga memicu fenomena algae bloom atau ledakan alga di sumber air akibat pencucian hara (eutrofikasi). Bagi Sukabumi yang mengandalkan keindahan sungai dan pantai, pencemaran ini dapat merusak daya tarik visual dan ekosistem perairan yang menjadi magnet wisatawan.

Sinergi Pupuk Organik dan Destinasi Wisata
Sebaliknya, peralihan ke pupuk organik di kawasan agrowisata Sukabumi menawarkan solusi regeneratif:
Kelestarian Tanah: Pupuk organik memperbaiki aerasi dan drainase tanah, mencegah degradasi lahan yang sangat vital bagi keberlanjutan lanskap hijau di Parungkuda hingga Cisolok.
Ekonomi Sirkular: Dengan mengolah limbah pertanian dan peternakan lokal (seperti kotoran sapi atau domba yang melimpah di Sukabumi) menjadi kompos, pengelola wisata dapat mengurangi masalah pembuangan limbah.
Pupuk Hayati: Katalisator Wisata Alam

Pengembangan pariwisata berbasis alam (nature-based tourism) semakin kuat dengan dukungan pupuk hayati. Berbeda dengan pupuk biasa, pupuk hayati mengandung mikroba hidup yang berperan sebagai “pasukan kecil” di bawah tanah untuk meningkatkan kesuburan secara alami. Penggunaannya memastikan tanaman di area wisata tetap subur dan rimbun tanpa meninggalkan residu berbahaya, sehingga menciptakan lingkungan yang aman bagi wisatawan yang ingin berinteraksi langsung dengan tanah dan tanaman.

Dengan memprioritaskan integrasi pertanian dan pariwisata, Kabupaten Sukabumi tidak hanya sekadar menjual tiket masuk, tetapi juga mewariskan tanah yang sehat. Pupuk organik bukan lagi sekadar urusan petani, melainkan fondasi bagi industri pariwisata yang tangguh dan lestari. Langkah konkret Kabupaten Sukabumi dalam memadukan pariwisata dan keberlanjutan lingkungan terlihat dari munculnya destinasi agrowisata yang secara aktif menerapkan praktik organik dan edukasi hayati.

Berikut adalah beberapa lokasi agrowisata spesifik di Sukabumi yang menjadi contoh penerapan praktik tersebut (Destinasi Agrowisata Organik di Sukabumi) :
Indo Natural Farm (Cisaat): Destinasi ini merupakan model pertanian terpadu yang mengedepankan edukasi. Di sini, limbah peternakan kambing perah Swiss (Saanen) diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan lahan pakan dan sayuran di sekitarnya, menciptakan sistem zero waste yang mendidik bagi wisatawan keluarga dan pelajar.
Kawasan Agroeduwisata Cikundul (KAC): Berlokasi di Kota Sukabumi, tempat ini menawarkan pembelajaran mengenai hidroponik dan pertanian zero waste. Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan sistem pertanian yang meminimalkan input kimia, menjaga kualitas tanah tetap sehat untuk jangka panjang.
Desa Wisata Cisande (Cicareuh): Destinasi ini mengusung konsep edukasi pertanian dan peternakan berbasis kearifan lokal. Melalui bimbingan kelompok tani lokal, pengunjung diajak mengenal cara bertani yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan visi Kabupaten Sukabumi untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Agropark Mabda Islam (Nyalindung): Tempat ini menerapkan model pengelolaan berbasis Green Economy. Fokus utamanya adalah memanfaatkan potensi alam Nyalindung tanpa merusak ekosistem, menggunakan pendekatan organik untuk menjaga kesuburan tanah di area wisata perbukitannya.

Sinergi untuk Masa Depan
Penerapan pupuk hayati dan organik di lokasi-lokasi di atas bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk memulihkan tanah yang telah jenuh akibat kimia. Dengan praktik ini, destinasi wisata di Sukabumi mampu menyajikan udara yang lebih segar, produk pertanian yang lebih sehat, dan lanskap yang tetap hijau tanpa residu berbahaya.

(Redaksi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *