Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Advertorial

Pemkab Sukabumi melalui Pariwisata Sukabumi Gencar Mendorong Agro-Edukasi menjadi Arah Baru Wisata Daerah

10
×

Pemkab Sukabumi melalui Pariwisata Sukabumi Gencar Mendorong Agro-Edukasi menjadi Arah Baru Wisata Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar menyampaikan, pariwisata kini harus adaptif dan tidak hanya bertumpu pada pantai atau pegunungan. Aktivitas pertanian, proses produksi, hingga edukasi dinilai bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini gencar mengembangkan konsep agro-edukasi sebagai wajah baru pariwisata daerah. Langkah ini muncul dalam kegiatan Sinergi, Kolaborasi, dan Eksplorasi yang digelar Camat Parungkuda bersama Balai Perakitan dan Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) Parungkuda.

“Destinasi tidak selalu identik dengan laut atau gunung. Aktivitas pertanian dan edukasi bisa menghadirkan pengalaman wisata yang bernilai,” ujarnya Jumat (9/1/2026).

Ali menilai kawasan BRMP TRI dengan luas 160 hektare memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat wisata edukasi pertanian. Salah satu komoditas unggulan yang disoroti adalah kopi, yang terus berkembang di Sukabumi.

“Kopi Sukabumi punya kekuatan. Ke depan kami merencanakan kegiatan Cup Tester Champion di lokasi ini. Selain promosi wisata, ini juga memperkuat branding kopi Sukabumi,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang temu lintas sektor, melibatkan pemerintah kecamatan, desa, masyarakat, dan pelaku UMKM. Camat Parungkuda, Asep, mengapresiasi keterbukaan BRMP TRI dalam membangun kolaborasi dengan wilayah sekitar.

“Lima desa hadir bersama masyarakat dan UMKM. Harapannya, sinergi ini melahirkan kerja sama nyata dalam pengembangan kampung wisata dan desa wisata,” katanya.

Sementara itu, Kepala BRMP TRI, Evi Savitri Iriani, menyambut positif rencana kolaborasi dengan Pemkab Sukabumi. Ia menilai balai memiliki kekayaan varietas tanaman yang potensial untuk dikemas menjadi wisata agro-edukatif.
“Kami senang jika balai ini menjadi ruang festival kopi. Di sini ada Arabika, Robusta, Liberika, hingga Excelsa yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Evi menambahkan, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar kawasan balai dapat terintegrasi dalam pembangunan, khususnya melalui peningkatan sarana, prasarana, dan aksesibilitas menuju lokasi.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Sukabumi optimistis konsep agro-edukasi akan tumbuh sebagai wajah baru pariwisata daerah menghadirkan pengalaman, pengetahuan, dan kesejahteraan dalam satu perjalanan wisata.

(Jackz)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *