Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Wakil Walikota Jakarta Utara Buka Kegiatan Pra Musrenbang Tematik Penanggulangan Stunting Tahun 2026.

6
×

Wakil Walikota Jakarta Utara Buka Kegiatan Pra Musrenbang Tematik Penanggulangan Stunting Tahun 2026.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, membuka kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Tematik Penanggulangan Stunting Tahun 2026 di Ruang Bahari, Kamis (2/4).

Kegiatan ini digelar untuk menyusun rencana program dan strategi dalam percepatan penurunan angka stunting di Jakarta Utara melalui kolaborasi lintas sektor.

Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas penting karena berdampak luas terhadap masa depan generasi.

“Penanggulangan stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. Oleh karena itu, perlu kolaborasi kuat dari semua pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi ibu dan anak, perbaikan sanitasi dan akses air bersih, hingga edukasi pola asuh di masyarakat.

Berdasarkan data, prevalensi stunting di Jakarta Utara tercatat sebesar 18,5 persen pada 2022, meningkat menjadi 19,8 persen pada 2023, dan menurun menjadi 19,7 persen pada 2024. Penurunan ini dinilai sebagai hasil kerja bersama berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui forum ini, Fredy berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun program yang terintegrasi dan tepat sasaran. “Perencanaan harus berbasis data yang akurat dan by name by address, sehingga intervensi benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat peran keluarga, kader posyandu, dan kader PKK sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.

“Kita harus optimis, dengan kerja keras dan komitmen bersama, target penurunan stunting dapat kita capai demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Fauzan Hasan, Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jakarta Utara Budi Setiawan, serta Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Kurniasih Hutapea.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama untuk penanganan stunting, dan melalui Pra Musrenbang ini, diharapkan lahir rumusan program yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Jakarta Utara.Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, membuka kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Tematik Penanggulangan Stunting Tahun 2026 di Ruang Bahari, Kamis (2/4).

Kegiatan ini digelar untuk menyusun rencana program dan strategi dalam percepatan penurunan angka stunting di Jakarta Utara melalui kolaborasi lintas sektor.

Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas penting karena berdampak luas terhadap masa depan generasi. “Penanggulangan stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. Oleh karena itu, perlu kolaborasi kuat dari semua pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi ibu dan anak, perbaikan sanitasi dan akses air bersih, hingga edukasi pola asuh di masyarakat.

Berdasarkan data, prevalensi stunting di Jakarta Utara tercatat sebesar 18,5 persen pada 2022, meningkat menjadi 19,8 persen pada 2023, dan menurun menjadi 19,7 persen pada 2024. Penurunan ini dinilai sebagai hasil kerja bersama berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui forum ini, Fredy berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun program yang terintegrasi dan tepat sasaran. “Perencanaan harus berbasis data yang akurat dan by n

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *