INDVESTA.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi secara resmi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pemasaran Pariwisata melalui Digital Marketing pada Minggu (5/4/2026). Bertempat di Aula Hotel Augusta Palabuhanratu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya transformasi promosi pariwisata daerah menuju era digital yang lebih kompetitif.
Acara yang berlangsung sehari penuh ini menghadirkan puluhan peserta yang merupakan representasi dari para pengelola objek wisata, pelaku ekonomi kreatif, serta pegiat pariwisata dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Fokus utama kegiatan ini adalah membekali mereka dengan keterampilan teknis guna menjawab tantangan promosi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, yang hadir langsung membuka acara tersebut, menegaskan bahwa pola promosi pariwisata konvensional sudah saatnya ditingkatkan. Menurutnya, pelaku wisata harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku wisatawan yang kini mayoritas mencari referensi perjalanan melalui platform digital.
“Upaya memperkuat daya saing pariwisata terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas SDM pelaku sektor wisata. Melalui bimtek ini, promosi pariwisata tidak lagi sekadar menyampaikan informasi dasar, melainkan harus mampu menghadirkan pengalaman visual yang menarik perhatian wisatawan untuk datang langsung ke Sukabumi,” ujar Ali Iskandar dalam sambutannya.
Ali menambahkan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi luar biasa mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan yang masuk dalam kawasan Geopark. Namun, potensi tersebut tidak akan tersampaikan secara optimal jika tidak didukung oleh kemasan konten pemasaran yang kreatif dan kekinian sesuai selera pasar global.
Kegiatan bimtek ini menghadirkan narasumber ahli di bidang digital marketing, Meitolo Hulu, yang membedah strategi penguatan konten promosi. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya bagi para pengelola wisata untuk memahami algoritma media sosial dan cara menciptakan narasi yang kuat (storytelling) guna menarik minat kunjungan.
Meitolo Hulu menjelaskan bahwa di era saat ini, konten video pendek dan visual yang bercerita memiliki daya jangkau yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar brosur digital. Peserta diajak mempraktikkan langsung cara mengambil sudut pandang gambar yang estetik serta teknik penyuntingan konten sederhana namun berdampak besar pada citra destinasi.
Selain materi teknis, bimtek ini juga menjadi wadah diskusi antar pelaku wisata untuk saling bertukar pengalaman terkait kendala pemasaran di lapangan. Banyak peserta mengeluhkan sulitnya menjangkau pasar di luar daerah, yang kemudian dijawab dengan solusi optimalisasi fitur iklan media sosial dan manajemen kata kunci (SEO).
Dispar Kabupaten Sukabumi berharap, pasca pelatihan ini, muncul gelombang baru konten-konten kreatif tentang keindahan Sukabumi di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube. Hal ini diharapkan dapat memicu peningkatan volume kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.
Lebih jauh, Ali Iskandar menekankan bahwa kemandirian digital bagi pengelola wisata di tingkat desa sangatlah krusial. Desa wisata yang mampu mengelola aset digitalnya sendiri akan memiliki daya tahan lebih kuat dan tidak bergantung sepenuhnya pada promosi dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Kami ingin para pelaku wisata kita menjadi ujung tombak promosi daerah. Jika setiap pengelola mampu memproduksi satu konten kreatif setiap harinya, maka gaung pariwisata Sukabumi akan mendunia dengan sendirinya melalui kekuatan digital marketing yang solid,” imbuh Ali dengan nada optimis.
Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat pelatihan dan komitmen bersama para peserta untuk secara konsisten mempromosikan destinasi masing-masing secara profesional. Dengan berakhirnya bimtek ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para pelaku usaha wisata melalui program-program penguatan kapasitas lainnya di masa mendatang.
(Jackz)


















