Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kokab SukabumiPariwisataPemerintahan

Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Sukabumi Gelar Aksi Korve Masif di Jalur Wisata Pasca-Lebaran 1447 H

8
×

Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Sukabumi Gelar Aksi Korve Masif di Jalur Wisata Pasca-Lebaran 1447 H

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID –

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar aksi “Korve” atau kerja bakti kebersihan massal di sepanjang jalur wisata Palabuhanratu hingga Cisolok pada Kamis (2/4/2026). Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak sisa kunjungan wisatawan pasca libur panjang Idul Fitri 1447 H guna mengembalikan keasrian destinasi unggulan di Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas regulasi strategis dari pusat dan provinsi, di antaranya Surat Edaran Mendagri Nomor 600.11/889/SJ tentang Gerakan Indonesia ASRI serta instruksi Gubernur Jawa Barat terkait pengendalian sampah selama masa mudik dan balik. Sinergi ini melibatkan sekitar 400 personel gabungan yang disebar ke delapan titik utama, mulai dari Jalan Pelita hingga kawasan Pantai Karanghawu yang menjadi pusat keramaian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mengungkapkan bahwa lonjakan volume sampah yang mencapai 200 hingga 250 ton per hari selama liburan menjadi alasan utama aksi ini dilakukan. “Ini tentu membutuhkan respons cepat agar kawasan wisata tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung yang masih ada maupun warga lokal,” ujar Nunung saat memantau armada dump truck di jalur nasional.
DLH sendiri menyiagakan 63 personel serta dua unit truk sampah untuk menyisir tumpukan material sisa di titik-titik krusial seperti Gapura Geopark Bagbagan hingga kawasan Karanghawu. Fokus utama pembersihan berada pada jalur nasional yang menjadi akses vital bagi wisatawan menuju destinasi populer seperti Pantai Buffalo, Citepus, hingga Pemandian Air Panas Cisolok.
Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa aksi korve ini adalah bagian dari upaya menjaga estetika pariwisata yang berkelanjutan. Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar, menyatakan bahwa kebersihan lingkungan merupakan variabel utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan serta menjaga citra positif pariwisata daerah.
“Kami menerjunkan personel internal yang berkolaborasi dengan DLH dan Dinas Perikanan demi memastikan sisa sampah plastik tidak mencemari keindahan pantai. Fokus kami adalah memastikan wisatawan tetap merasa nyaman meskipun masa puncak liburan telah usai,” jelas Ali Iskandar di sela pemantauan di Pantai Citepus.
Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi turut mengambil peran aktif dalam aksi ini, mengingat banyaknya titik wisata yang bersinggungan langsung dengan kawasan pesisir dan pelabuhan perikanan. Keikutsertaan personel Dinas Perikanan bertujuan memastikan bahwa sampah dari daratan tidak hanyut ke laut yang dapat merusak ekosistem bahari dan produktivitas nelayan sekitar.
Hadirnya Dinas Perikanan memperkuat pengawasan di area pendaratan ikan dan pantai-pantai yang menjadi tempat bersandar perahu nelayan sekaligus objek wisata. Dengan kolaborasi ini, pembersihan dilakukan secara komprehensif, tidak hanya menyasar jalur protokol transportasi darat, tetapi juga mencakup bibir pantai yang sering kali luput dari pembersihan rutin.
Dukungan juga mengalir dari masyarakat sipil dan komunitas lokal, salah satunya Jampang Tandang Makalangan. Hendra, perwakilan komunitas tersebut, menegaskan bahwa pariwisata adalah wajah Sukabumi yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen, bukan hanya oleh pemerintah daerah semata melalui kerja bakti seperti ini.
“Kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga tanah kelahiran kami melalui edukasi langsung kepada pengunjung. Melalui korve ini, kami ingin menanamkan budaya bahwa kebersihan adalah bagian dari indentitas warga Sukabumi,” tambah Hendra yang turut menyisir sampah di kawasan Pantai Ujung Genteng.
Melalui aksi korve 11 alinea ini, Pemkab Sukabumi berharap terbangun kesadaran kolektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan wisatawan untuk mewujudkan ekosistem wisata yang sehat. Dengan kondisi lingkungan yang kembali bersih, diharapkan tingkat kunjungan ke Sukabumi tetap stabil dan terus memberikan dampak ekonomi positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
(Jackz)
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *