Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Akselerasi Diplomasi Budaya, Indonesia-Prancis Luncurkan Sinergi Literasi di MIWF 2026

20
×

Akselerasi Diplomasi Budaya, Indonesia-Prancis Luncurkan Sinergi Literasi di MIWF 2026

Sebarkan artikel ini
Malam Jejaring di MIWF 2026 Jadi Langkah Nyata Sinergi Budaya Indonesia-Prancis. (Foto: MIWF)
Malam Jejaring di MIWF 2026 Jadi Langkah Nyata Sinergi Budaya Indonesia-Prancis. (Foto: MIWF)
Example 468x60

INDVESTA.ID — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia resmi menggelar Connection Night di sela-sela pergelaran Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026, Jumat malam (15/5/2026). Momentum ini menjadi langkah konkret demi menindaklanjuti pertemuan bilateral strategis antara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard di Paris pada 22 April 2026 lalu.

Dalam pertemuan di Paris tersebut, kedua negara menelurkan kesepakatan besar untuk memperkuat sinergi kebudayaan, khususnya pada sektor sastra dan literasi. Panggung Connection Night di Makassar ini pun menjadi forum perdana dalam merealisasikan komitmen tersebut, dengan mengonversikan ruang jejaring bagi para pelaku seni, sastrawan, penerbit, hingga pemangku kepentingan budaya dari kedua negara.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Anissa Rengganis, mengungkapkan bahwa kolaborasi internasional ini bakal meleburkan dua program besar dari masing-masing negara. “Kita akan mengawinkan dua program besar: program Choix Goncourt Indonésie dari Pemerintah Prancis, dengan program Read Indonesia serta Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra dari Pemerintah Indonesia. Kehadiran delegasi Prancis di MIWF tahun ini merupakan langkah awal yang krusial dari implementasi kerja sama tersebut,” tegas Anissa.

Tiga Agenda Strategis Sastra Antarnegara

Ke depan, komitmen kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Prancis ini dipastikan bakal bertumpu pada tiga agenda strategis utama. Pertama, Indonesia bersiap unjuk gigi dalam Le Festival du Livre de Paris pada 16–18 April 2027 mendatang, dengan memboyong delegasi penulis dan penerbit tanah air ke ajang literasi bergengsi di jantung Prancis tersebut.

Kedua, Prancis berkomitmen berpartisipasi aktif dalam ajang Indonesia International Book Fair pada edisi 2026 dan 2027, dengan mengirimkan delegasi penerbit serta penulis terbaik mereka. Ketiga, Pemerintah Indonesia kini tengah mematangkan skema subsidi penerjemahan bagi penerbit Prancis dan asing lainnya, sebuah stimulus untuk mendorong akselerasi alih bahasa serta penerbitan karya sastra Indonesia ke panggung dunia.

Anissa kembali menggarisbawahi bahwa agenda malam ini bukan sekadar seremonial perayaan, melainkan jembatan kokoh menuju kolaborasi nyata antara dua ekosistem kebudayaan. “We hope this event will bring new and concrete collaborations — from cultural exchanges and book translations, to writer residencies and future festival partnerships,” imbuhnya.

Dihadiri Delegasi dan Tokoh Kunci

Acara Connection Night ini juga bertabur tokoh-tokoh kunci dari kedua negara. Tampak hadir Duta Besar Republik Prancis untuk Indonesia Fabien Penone; Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Wawan Yogaswara; serta Direktur Pengembangan Budaya Digital Insan Abdirrahman.

Selain itu, hadir pula Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX/Sulawesi Selatan Sinatriyo Danuhadiningrat; Direktur Institut Français Indonésie Jules Irrmann; Direktur Japan Foundation Indonesia Inami Kazumi; Direktur Rumata’ Art Space Riri Riza; serta tamu internasional Philippe Claudel dan Karina Hocine dari Éditions Gallimard. Perhelatan Connection Night MIWF 2026 ini menjadi pembuktian bahwa diplomasi budaya mampu bergerak selaras dengan diplomasi politik, dengan memanfaatkan bahasa sastra, seni, dan jejaring manusia sebagai jembatan utamanya.

Mengenal Choix Goncourt Indonésie dan Read Indonesia

Sebagai informasi pelengkap, Choix Goncourt Indonésie merupakan program resmi Pemerintah Prancis yang menjaring pembaca Indonesia untuk menentukan pemenang Prix Goncourt versi Indonesia. Langkah ini menjadi strategi global Prancis untuk mengintroduksi sastra mereka ke publik Asia Tenggara.

Di sisi lain, Read Indonesia merupakan program andalan besutan Kementerian Kebudayaan RI yang dirancang untuk menggenjot promosi dan distribusi karya sastra domestik ke ceruk pasar internasional. Program hilirisasi karya ini berjalan simultan dengan agenda Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Sastra.

Penulis : Zul

Editor   : Las

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *