INDVESTA.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengambil langkah tegas dalam membenahi kualitas pendidikan Islam. Ia menerima audiensi Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia di Istana Wapres, Rabu (15/04/2026).
Fokus utama pertemuan ini sangat jelas. Kesejahteraan guru madrasah harus ditingkatkan dan kapasitas digital mereka wajib diperkuat secara masif.
PGM membawa tumpukan persoalan strategis ke meja Wapres. Mereka menyoroti tantangan regulasi serta ketidakpastian status kepegawaian guru madrasah swasta.
Gibran mengapresiasi peran organisasi ini dalam mengawal aspirasi guru. Ia menegaskan bahwa nasib tenaga pendidik adalah prioritas dalam pembangunan SDM.
“Berbagai masukan ini akan menjadi bahan pertimbangan kebijakan ke depan,” tegas Wapres saat merespons keluhan para pengurus tersebut.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin kebijakan antarlembaga selaras demi kesejahteraan guru.
Ketua Umum PGM, Yaya Ropandi, mengusulkan transformasi kurikulum pelatihan. Ia mendorong penguasaan Kecerdasan Artifisial (AI) dan robotika bagi para guru.
Gibran langsung memberikan sinyal hijau terhadap usulan tersebut. Ia menekankan pentingnya pemerataan teknologi agar tidak terjadi ketimpangan digital.
“Alhamdulillah, Pak Wapres sudah memberi sinyal bahwa program (AI) itu harus kita lakukan,” ujar Yaya penuh optimisme.
Yaya mendesak agar pelatihan canggih ini segera menyentuh seluruh provinsi. Guru madrasah kini dituntut untuk kompetitif di kancah global melalui teknologi.
Selain teknologi, mereka tetap menagih kepastian regulasi PPPK. PGM mendesak pemerintah segera mengatur pengangkatan guru swasta demi keadilan status.
Penulis : Las
Editor : Jack

















