INDVESTA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perkim terus berupaya untuk menuntaskan Program Rumah Tidak Layak Huni.
Berdasarkan hasil pendataan sejak 2013 hingga 2026 target mencapai 47.123 Unit Rutilahu dan Pemerintah sudah membantu pembangunan sekitar 25.396 unit.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Sendiri Apriadi secara resmi melalui kanal Medsos Disperkim dan dalam rilis resminya, Kamis (25/06/2026).

“Sampai hari ini tersisa 21.727 unit yang diusulkan, dan masih ada kemungkinan penambahan karena belum semua rutilahu terdata di setiap desa dan akan kita verifikasi ulang. Dalam penanganannya, tidak mungkin hanya bergantung terhadap APBD, terlebih dalam kondisi fiskal daerah tahun 2026 ini. Pemda menyiapkan 8 miliar yang dikelola Dinas Perkim” ungkap Sendi.
Disampaikannya, Pemda Kabupaten Sukabumi juga mengusulkan bantuan ke Pemprov jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Selain itu, memberikan kesempatan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk Lembaga non-pemerintah seperti swasta,

“Koorporasi, Komunitas ataupun lembaga lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri untuk dapat ikut serta dalam penanganan rutilahu di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Diketahui, berdasarkan Perbup 33 Tahun 2021 ttg Program Perbaikan RTLH, anggaran bantuan rutilahu ditentukan melalui Keputusan Bupati tahun 2025.
Kadisperkim juga menjelaskan, berdasarkan Keputusan Bupati tentang Sasaran dan Besaran Nilai Bantuan Program RTLH pada APBD Kabupaten Tahun 2025 sebesar 20 juta rupiah per unit. 17,5 jt untuk material, 2 jt untuk pekerja, dan 500 rb untuk operasional dan penyusunan dokumen LPM.
“Capaian pembangunan rutilahu pada tahun 2025 sebesar 779 unit yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi, 145 unit dari APBD Prov Jabar, dan 65 unit dari APBN Kementrian PUPR. Selain penanganan RUTILAHU, pada tahun 2026 ini, Pemda Kabupaten Sukabumi dan dibantu oleh steakholder dari berbagai kalangan industri dan lembaga non pemerintah,” terangnya.
Lebih lanjut disampaikan, selain bab diatas, Pemkab memfokuskan pada penanganan rumah pasca bencana yang sementara sudah berjalan hampir mencapai 40 %.
“Iya, di Kp. Gempol Desa Pasirsuren Kec Palabuhanratu sebanyak 84 unit, kemudian direncanakan dilokasi bencana Desa Ciengang Kec gegerbitung sebanyak 64 unit, serta Desa Limusnunggal kecamatan Bantargadung sebanyak 123 unit. Mohon doa restu dan dukungan dari seluruh pihak untuk bersama menuntaskan program Rutilahu dan Rumah Khusus Relokasi bencana bagi masyarakat kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
(Jackz)

















