INDVESTA.ID – Polres Kepulauan Seribu menggelar kegiatan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini berlangsung dramatis layaknya situasi nyata, di mana personel diuji kesigapannya dalam menghadapi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan markas.
Skenario bermula saat situasi pelayanan dan administrasi rutin di Mako Polres Kepulauan Seribu berjalan normal. Tiba-tiba, ketenangan itu pecah ketika jajaran Sat Intelkam mendeteksi pergerakan sekelompok massa. Massa tersebut dikisahkan hendak menggelar demonstrasi lantaran tidak puas dengan penanganan perkara oleh Sat Reskrim Polres Kepulauan Seribu.
Informasi pergerakan massa tersebut langsung dilaporkan secara berjenjang oleh piket Sat Intelkam kepada Perwira Pengawas (Pawas), Kabag Ops, hingga tembus ke Kapolres. Menyadari eskalasi ancaman, instruksi tegas dikeluarkan. Sirine tanda bahaya berbunyi nyaring ke seluruh penjuru Mako.
Mendengar sirine tersebut, seluruh personel dengan sigap langsung menghentikan aktivitas rutin dan berlari menempati titik-titik pertahanan (ploting) yang telah ditentukan sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP).
Dalam menghadapi massa, petugas tidak langsung menggunakan tindakan represif. Tim Negosiator yang dipimpin Kasie Was tampil di garis depan untuk memberikan imbauan secara humanis.
Langkah negosiasi ini membuahkan hasil. Koordinator Lapangan (Korlap) dan perwakilan demonstran dipersilakan masuk untuk berdialog langsung dengan Kasat Reskrim guna menyampaikan aspirasi mereka. Sementara itu, pasukan Dalmas Awal dari Sat Samapta tetap berjaga ketat, memantau sisa massa yang menunggu di depan portal pintu masuk sambil berorasi damai.
Setelah dialog yang konstruktif, aspirasi perwakilan massa akhirnya diterima. Sang Korlap kemudian kembali menemui rekan-rekannya untuk menjelaskan hasil mediasi. Massa pun menerima penjelasan tersebut dan membubarkan diri dengan tertib. Situasi yang sempat memanas kembali kondusif, dan kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops.
Simulasi ini melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari Kabag Ops selaku Komandan Pengendali, Sabuk Kamtibmas, hingga dukungan krusial dari Tim Dokumentasi (Humas) dan Tim Kesehatan (Dokkes).
Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Argadija Putra, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Sispam Mako ini memiliki tujuan yang sangat vital bagi jajarannya. Simulasi ini dirancang agar insting dan kesiapsiagaan anggota tetap tajam dalam menghadapi berbagai kontingensi.
“Maksud dan tujuan utama dari simulasi Sispam Mako ini adalah untuk melatih ketangkasan, kesiapsiagaan, dan kecepatan respons seluruh personel jika terjadi situasi darurat atau ancaman nyata yang mengancam keamanan markas maupun keselamatan anggota,” ujar AKBP Argadija Putra.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa melalui latihan ini, setiap anggota diharapkan paham betul mengenai peran, posisi, dan SOP yang harus dijalankan saat krisis terjadi.
“Kita ingin memastikan bahwa meski dalam situasi genting dan di bawah tekanan, anggota tetap bisa berpikir jernih. Pelayanan dan penanganan massa harus tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan dialogis, sehingga setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan kepala dingin tanpa memicu konflik lanjutan,” pungkasnya.

















