Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kokab SukabumiNasional

Angkat Isu Lingkungan dan Masyarakat Adat, Mahasiswa Hukum Nusa Putra University Raih Bronze Medal di Mandalika Essay Competition 8

23
×

Angkat Isu Lingkungan dan Masyarakat Adat, Mahasiswa Hukum Nusa Putra University Raih Bronze Medal di Mandalika Essay Competition 8

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Tim mahasiswa dari Program Studi Hukum berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang bergengsi Mandalika Essay Competition (MEC) 8 yang diselenggarakan di Lombok pada 16–18 Mei 2026. Kompetisi Tingkat Nasional tersebut mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam bidang gagasan ilmiah, inovasi, dan solusi strategis terhadap isu-isu nasional.

Prestasi gemilang di ajang nasional ini didekasikan untuk nama baik almamater oleh para interlanza muda. Tim perwakilan Nusa Putra University terdiri dari Raihan Fadhil Ramadhan, Nada Aljahra, dan Yazril Ilham. Ketiganya berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui karya esai bertajuk “Restorasi Paradigma Hukum: Dari Ekonomi Ekstraktif Menuju Keadilan Ekologis di Kalimantan sebagai Upaya Perlindungan Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Menggunakan Kerangka Hukum Progresif.”

Secara mendalam, karya ilmiah yang sukses membawa pulang penghargaan tersebut mengupas tuntas urgensi penyelamatan ekosistem di tanah Borneo. Esai tersebut mengangkat persoalan serius mengenai degradasi lingkungan di Kalimantan akibat model ekonomi ekstraktif yang dinilai mengabaikan keadilan ekologis dan hak masyarakat adat.

Keseriusan masalah yang diangkat oleh tim ini juga diperkuat oleh sajian data yang sangat mengkhawatirkan mengenai kondisi riil di lapangan. Dalam penelitian dan gagasannya, tim mahasiswa hukum Nusa Putra menyoroti tingginya angka deforestasi Indonesia tahun 2024 yang mencapai 299.650 hektar, dengan wilayah Kalimantan menjadi daerah terdampak terbesar. Bahkan, sebanyak 97 persen deforestasi disebut terjadi di area konsesi atau proyek resmi.

Sebagai jalan keluar dari krisis tersebut, para mahasiswa ini merumuskan sebuah resolusi hukum yang komprehensif bagi pemulihan alam. Melalui pendekatan hukum progresif, tim mahasiswa menawarkan solusi berbasis ekosentrisme, yakni paradigma yang memandang alam bukan sekadar objek eksploitasi, tetapi sebagai subjek yang harus dilindungi secara hukum. Mereka juga menekankan pentingnya integrasi hukum adat dan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dalam kebijakan tata ruang dan pengelolaan kawasan hutan.

Menanggapi hasil luar biasa dari kerja keras mereka di panggung nasional, rasa syukur mendalam langsung mengalir dari perwakilan tim. Raihan Fadhil Ramadhan mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut bahwa penghargaan ini menjadi hasil dari proses panjang yang penuh diskusi, riset, dan kerja sama tim.

Bagi mereka, raihan ini membuktikan bahwa insan akademisi hukum memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah problematika bangsa. “Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa membawa pulang Bronze Medal untuk Nusa Putra University. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan nyata untuk menjawab persoalan lingkungan dan keadilan sosial di Indonesia,” ujarnya.

Gagasan yang lahir dari rahim akademik ini diakui bersumber langsung dari realitas konflik sosial dan ekologi yang belum kunjung usai. Sementara itu, Nada Aljahra menambahkan bahwa tema yang mereka angkat lahir dari keresahan terhadap kondisi lingkungan dan konflik masyarakat adat yang masih terus terjadi hingga saat ini.

“Kami ingin menghadirkan perspektif bahwa hukum harus berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan masyarakat adat. Semoga gagasan ini bisa menjadi kontribusi kecil bagi masa depan kebijakan lingkungan di Indonesia,” tuturnya.

Keberhasilan gagasan ilmiah ini menembus jajaran juara nasional mendapat apresiasi tinggi dari sang mentor yang mengawal proses riset mereka. Dosen pembimbing, Muhammad Ridho Sinaga, S.H., M.H memberikan apresiasi atas capaian para mahasiswanya tersebut.

Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Nusa Putra University memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam menjawab isu-isu strategis nasional.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kapasitas akademik yang kompetitif di tingkat nasional. Kami bangga karena mereka mampu mengangkat isu ekologis dan hukum adat dengan pendekatan ilmiah yang kuat serta relevan dengan kondisi saat ini,” jelasnya.

Dari sudut pandang institusi, pencapaian ini dipandang sebagai buah dari konsistensi pembinaan bakat dan penalaran mahasiswa di kampus. Apresiasi juga disampaikan oleh pihak Biro Kemahasiswaan Nusa Putra University, Gia Yosep Gunawan.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya, berkompetisi, dan membangun kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang akademik.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani tampil, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang berdampak. Nusa Putra University akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ungkapnya.

Sebagai informasi penutup, kabar baik dari Lombok ini menjadi cerminan dari visi besar universitas dalam mendidik agen perubahan masa depan. Keberhasilan ini semakin mempertegas komitmen Nusa Putra University dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu sosial, lingkungan, dan masa depan bangsa.

Penulis : Las

Editor   : Las

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *