Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Gubernur Pramono Tinjau Pengerukan Anak Kali Krukut, Pinta Warga Hilangkan Kebiasaan Buang Sampah di Sungai

7
×

Gubernur Pramono Tinjau Pengerukan Anak Kali Krukut, Pinta Warga Hilangkan Kebiasaan Buang Sampah di Sungai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta warga ikut menjaga Anak Kali Krukut dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Pesan tersebut disampaikan saat meninjau pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9), sebagai bagian dari penanganan kawasan sepanjang 2.315 meter.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membuang sampah ke sungai. Percuma kita lakukan perbaikan jika kebiasaan membuang sampah masih ada, karena hal itu akan membuat sungai cepat tersumbat kembali,” ujar Gubernur Pramono.

Anak Kali Krukut yang ditangani melintasi tiga kelurahan, yakni Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Pengerjaan dibagi menjadi lima segmen sesuai kondisi masing-masing lokasi.

“Anak Kali Krukut yang kita tangani di kawasan Tanah Abang ini panjang keseluruhannya 2.315 meter. Ruasnya melewati tiga kelurahan, yaitu Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali, yang kita bagi menjadi lima segmen pengerjaan,” katanya.

Progres terjauh berada di Segmen 1C, dari Jalan Jati Bunder hingga Jalan Lontar Raya. Pengerukan telah mencapai 376 meter dari total 390 meter, dengan volume material yang diangkat sekitar 2.494,2 meter kubik.

Di Segmen 1B, dari Jembatan Rel hingga Jalan Jati Bunder, pengerukan telah mencapai 91 meter dari total 345 meter, dengan volume 236 meter kubik. Kepadatan permukiman membatasi mobilisasi alat berat sehingga sebagian pengangkutan material harus dilakukan secara manual.

“Di sini kawasan sangat padat, sehingga mobilisasi alat berat sulit dan sebagian pengangkutan harus dilakukan secara manual,” jelas Gubernur Pramono.

Sementara itu, Segmen 1A sepanjang 270 meter belum masuk tahap pengerukan karena masih terdapat bangunan di sisi jalan dan menunggu penataan kawasan. Perbaikan turap sepanjang 270 meter pada segmen tersebut telah dilakukan pada 2025.

Adapun di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari total 430 meter. Proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum masuk tahap loading. Untuk Segmen 3, dari Blok G Pasar Tanah Abang hingga Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter, penanganannya masih dalam tahap perencanaan karena keterbatasan akses alat dan area pemuatan.

“Di Segmen 2, pengerukan baru mencapai 35 meter dari 430 meter, di mana proses pengepukan dilakukan secara estafet dan belum masuk tahap loading. Untuk Segmen 3, dari Blok G Pasar Tanah Abang sampai Jalan Jatibaru sepanjang 880 meter, penanganannya masih dalam proses perencanaan karena akses alat dan loading terbatas,” tutur Gubernur Pramono.

Melihat kondisi di sepanjang aliran tersebut, Gubernur Pramono memutuskan penanganan tidak berhenti pada pengerukan sedimentasi. Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan penataan kawasan terpadu yang mencakup pembangunan turap, pembenahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal, serta penghijauan bantaran.

“Hari ini saya sengaja datang kembali ke Anak Kali Krukut, dan saya memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali lumpur. Kita akan menata ini menjadi kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer secara matang, termasuk pembangunan turap, penataan MCK komunal yang lebih baik, serta penghijauan di sepanjang bantaran,” tegasnya.

Penataan tersebut, lanjut Gubernur Pramono, akan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang telah lama tinggal dan mencari nafkah di kawasan tersebut.

“Kami tidak melakukan penggusuran karena masyarakat rata-rata sudah tinggal puluhan tahun dan mencari nafkah di kawasan ini. Yang kita lakukan adalah merapikan fasilitas penunjang seperti MCK agar lebih layak dan bersih, sehingga lingkungannya tertata dengan sehat,” katanya.

Gubernur Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta mempresentasikan rencana teknis penataan pada pekan depan. Pekerjaan fisik kawasan ditargetkan mulai pada awal 2027 dan rampung pada 2028.

“Saya minta minggu depan Kepala Dinas Sumber Daya Air mempresentasikan rencananya,

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *