Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaKokab SukabumiPariwisataPemerintahan

Kadispar Ali Iskandar : Perlu Diterapkannya Sistem Pengelolaan Wisata Berbasis Kawasan

4
×

Kadispar Ali Iskandar : Perlu Diterapkannya Sistem Pengelolaan Wisata Berbasis Kawasan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi. Selama periode 18 hingga 27 Maret 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari enam destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah tercatat mencapai Rp128 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengungkapkan bahwa pendapatan tersebut berasal dari sejumlah objek wisata unggulan, yakni Geyser Cipanas Cisolok, Pantai Minajaya, Curug Sodong, Curug Cikaso, Pondok Halimun, dan Curug Cinumpang.

Menurutnya, salah satu kendala utama dalam pengelolaan destinasi wisata di Sukabumi adalah belum diterapkannya sistem pengelolaan berbasis kawasan. Hal ini berdampak pada belum optimalnya pendataan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Ia mencontohkan daerah lain seperti Pangandaran yang telah menerapkan sistem satu pintu masuk (toll gate) untuk beberapa destinasi sekaligus. Dengan sistem tersebut, pengunjung cukup membayar satu kali tiket untuk mengakses beberapa lokasi wisata, sehingga data kunjungan dapat tercatat secara real-time dan lebih akurat.

“Satu toll gate bisa menghubungkan beberapa pantai sekaligus seperti Pantai Hiu dan Pantai Pangandaran dengan satu tarif, misalnya Rp20.000. Sistem ini membuat pendataan jumlah wisatawan menjadi real-time dan akurat,” ujarnya, Jumat (27/03/2026).

Dalam upaya meningkatkan minat kunjungan, Dinas Pariwisata juga memberlakukan potongan harga tiket masuk hingga 50 persen selama periode libur, dengan tarif menjadi Rp6.000 per orang. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas, serta sebagai langkah awal penerapan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

Namun demikian, di lapangan masih ditemukan transaksi tunai akibat kendala teknis, seperti jaringan yang belum stabil. Selain itu, lonjakan pengunjung juga sempat memicu antrean panjang di sejumlah titik masuk wisata.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata, puncak kunjungan terjadi pada 23 hingga 26 Maret 2026 dengan total 25.664 wisatawan. Dari jumlah tersebut, pendapatan kotor mencapai Rp153,9 juta, dengan rincian Rp128 juta masuk ke kas daerah dan Rp25,6 juta dialokasikan untuk asuransi pengunjung.

Dari sisi jumlah pengunjung, Geyser Cipanas Cisolok menjadi destinasi terfavorit dengan 8.130 wisatawan dan kontribusi pendapatan sekitar Rp48,7 juta. Diikuti Pantai Minajaya dengan 5.902 pengunjung, serta Curug Cikaso sebanyak 4.119 wisatawan. Sementara itu, Pondok Halimun, Curug Sodong, dan Curug Cinumpang mencatat jumlah kunjungan yang relatif stabil sepanjang periode libur.

(Jacz)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *