INDVESTA.ID – Memasuki musim kemarau, kekhawatiran akan ketersediaan pasokan air bersih sering kali muncul di tengah masyarakat. Kondisi ini memicu anggapan bahwa menimbun air sebanyak-banyaknya di rumah adalah langkah terbaik untuk mengantisipasi kekeringan.
Namun, apakah tindakan tersebut benar secara fungsional, atau justru hanya sebuah mitos?Perumda Air Minum Dalam Perumahan (Perumdam) Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa anggapan harus menimbun air sebanyak-banyaknya saat kemarau adalah MITOS.
Bijak Mengelola Air Demi Kepentingan Bersama
Menimbun air secara berlebihan bukan merupakan solusi yang tepat. Perumdam TJM Sukabumi mengimbau seluruh masyarakat dan pelanggan untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan mulai menggunakan dan menyimpan air secukupnya sesuai dengan kebutuhan harian yang mendesak saja.Mengapa menimbun air secara masif justru merugikan?
Ketika beberapa pihak mengambil dan menampung air melebihi kapasitas normal secara bersamaan, hal ini akan mengganggu tekanan dalam jaringan pipa distribusi.
Akibatnya, asas pemerataan aliran air akan terganggu, sehingga pelanggan lain yang berada di area tertentu berisiko tidak mendapatkan pelayanan air bersih secara optimal.
Gotong Royong Menjaga Keseimbangan Distribusi
Pihak manajemen Perumdam TJM Sukabumi mengingatkan bahwa air bersih adalah aset dan kebutuhan bersama yang distribusinya harus dijaga dengan prinsip keadilan.
Dengan mengonsumsi air secara bijak dan tidak berlebihan, masyarakat turut membantu menjaga stabilitas pasokan air agar tetap mengalir ke setiap rumah pelanggan tanpa kendala berat selama musim kemarau.
“Mari kita bersama-sama saling peduli. Gunakan air dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan hari ini, sekaligus menjaga kelestariannya demi masa depan,” tulis imbauan resmi Perumdam TJM Sukabumi.
Melalui kesadaran kolektif untuk tidak menimbun air, masyarakat Sukabumi dapat melewati masa kemarau dengan pemenuhan air bersih yang merata, aman, dan tetap kondusif. (Adv)

















