Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

MUI Kecamatan Tanjung Priok Gelar Musycam Periode Tahun 2026 – 2031

22
×

MUI Kecamatan Tanjung Priok Gelar Musycam Periode Tahun 2026 – 2031

Sebarkan artikel ini
oppo_0
Example 468x60

INDVESTA.ID – Dalam upaya konsolidasi organisasi dan aturan rutin organisasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjung Priok melaksanakan Musyawarah Cabang (Musycam), dimana pembukaan acara yang dilaksanakan di Aula Masjid Babussalam Kantor Walikota Jakarta Utara, dan di Hotel Karwika Cisarua Bogor. Senin (29/06/26)

Ketua Panitia Musycam Kecamatan Tanjung Priok KH. M. Yamin mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang dengan kerja keras sehingga pelaksanaan kegiatan Musycam dapat terlaksana, ucap M, Yamin

” Kami mohon maaf kepada undangan karena perpindahan tempat pelaksanaan dari lantai 14 menjadi di Balai Yos Sudarso,”

Terimakasih kepada seluruh donatur yang telah membantu pelaksanaan kegiatan yaitu dari anggota DPRD DKI Jakarta Bapak H. Immamuddin, BAZNAS dan Bapak Walikota Jakarta Utara yang memfasilitasi tempat kegiatan, ujarnya

Ketua MUI Kecamatan Tanjung Priok periode 2021–2026, KH. Asep Lukman Hamzah, M.A., menegaskan bahwa MUSYCAM merupakan forum tertinggi tingkat kecamatan yang berfungsi sebagai sarana regenerasi kepemimpinan dan evaluasi organisasi. Ia menekankan bahwa MUI membutuhkan pemimpin yang berorientasi pada pengabdian, bukan keuntungan materi.

“Musyawarah ini adalah momentum mencari bibit-bibit unggul dalam kepemimpinan. MUI bukan perusahaan yang memberikan keuntungan materi. Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang ikhlas bekerja untuk kepentingan umat,” ujar KH. Asep Lukman Hamzah, yang juga menjabat sebagai anggota Bidang Pendidikan MUI Kota Jakarta Utara dan dosen Pendidikan Dasar Ulama (PDU).

Salah satu poin penting dalam MUSYCAM V kali ini adalah perubahan mekanisme pencalonan pengurus. Persyaratan minimal dua tahun menjadi pengurus MUI yang sebelumnya berlaku kini telah dihapus, sehingga membuka peluang lebih luas bagi tokoh-tokoh dari berbagai organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, maupun tokoh independen. Meskipun demikian, calon tetap wajib memenuhi kriteria berakhlakul karimah, memiliki dedikasi tinggi, pernah mengenyam pendidikan pesantren, serta memiliki latar belakang pendidikan tinggi bidang keagamaan

KH. Asep menyatakan tidak memiliki ambisi mempertahankan jabatan dan siap menyerahkan estafet kepemimpinan demi kemajuan organisasi. “Saya bukan orang yang haus jabatan. Siapa pun yang dipercaya memimpin nanti, harapan saya hanya satu, yakni MUI Kecamatan Tanjung Priok semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pemilihan pengurus akan dilakukan melalui Tim Formatur yang terdiri dari sembilan orang perwakilan unsur pimpinan MUI, ormas Islam, akademisi, pondok pesantren, dan tokoh masyarakat. Dalam amanat penutupnya, KH. Asep menyampaikan tiga pesan strategis bagi kepengurusan terpilih: menjaga marwah MUI sebagai rujukan umat, membangun kemandirian ekonomi organisasi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kecamatan Tanjung Priok selama ini. “Sinergi antara ulama dan umara harus terus dipelihara agar MUI semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan Musycam Ketua Umum MUI Kota Administrasi Jakarta Utara KH. Ibnu Abidin, Lc., Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta H. Imamuddin, S.E., unsur Forkopimka, para ulama, tokoh masyarakat, dan pimpinan ormas Islam. Camat Tanjung Priok, Samsul Rizal Kadafi, S.IP., M.A., berhalangan hadir dan mewakilkan kehadiran kepada perwakilan kecamatan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *