Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Sebanyak 25 Ribu Rumah Tangga di Jakut Sudah Aktif Pilah Sampah

3
×

Sebanyak 25 Ribu Rumah Tangga di Jakut Sudah Aktif Pilah Sampah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDVESTA.ID – Gerakan pemilahan sampah dari sumber terus menunjukkan perkembangan positif di Jakarta Utara. Hingga saat ini, sebanyak 25.000 rumah tangga tercatat sudah aktif memilah sampah secara mandiri sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara, Edy Mulyanto mengatakan, keberhasilan tersebut didukung oleh implementasi program pemilahan sampah yang telah berjalan di 460 Rukun Warga (RW). Untuk mendukung program tersebut, pihaknya mendistribusikan sebanyak 1.380 unit tong drop point khusus sampah organik.

“Setiap RW percontohan mendapatkan alokasi tiga unit sarana drop point untuk sampah organik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh warga,” ujarnya, Rabu (10/6).

Edy menjelaskan, partisipasi aktif puluhan ribu rumah tangga tersebut mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Selain sampah organik, pengelolaan sampah anorganik juga terus dioptimalkan melalui Bank Sampah Unit (BSU) yang telah tersedia di setiap RW.

“Salah satu contoh keberhasilan dapat dilihat di Kelurahan Rorotan yang telah mencapai tingkat partisipasi warga sebesar 100 persen dalam melakukan pemilahan sampah dari rumah,” terangnya.

Menurutnya, upaya tersebut juga berdampak pada penurunan volume sampah yang dihasilkan. Rata-rata setiap kelurahan mampu mengurangi timbulan sampah sebanyak enam hingga tujuh ton per hari.

“Capaian ini menempatkan Jakarta Utara sebagai wilayah dengan kinerja pengurangan sampah terbaik di Provinsi DKI Jakarta,” ungkapnya.

Edy menuturkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga kelompok Dasa Wisma yang secara aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat melalui pendekatan dari rumah ke rumah.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pengurangan sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang hingga 50 persen pada 1 Agustus mendatang.

“Penguatan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, dukungan infrastruktur pengolahan sampah juga terus ditingkatkan melalui fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan,” ucapnya.

Ia memaparkan, dengan kapasitas pengolahan mencapai 2.500 ton sampah per hari, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menyerap seluruh produksi sampah harian Jakarta Utara yang saat ini berkisar 1.400 ton per hari.

“Meskipun perubahan perilaku masyarakat membutuhkan proses dan waktu, kami optimistis target pengurangan sampah di Jakarta Utara dapat tercapai sesuai dengan peta jalan yang sudah ditetapkan,” tandasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *