Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PariwisataPemerintahan

Transformasi Bojongkokosan: Menggagas Pusat Informasi Wisata dan Amphitheater Modern di Sukabumi Utara

4
×

Transformasi Bojongkokosan: Menggagas Pusat Informasi Wisata dan Amphitheater Modern di Sukabumi Utara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
INDVESTA.ID –  Sektor kepariwisataan di wilayah Utara Kabupaten Sukabumi diprediksi akan memiliki magnet baru yang mengombinasikan nilai sejarah dengan fasilitas modern. Gagasan ini muncul seiring dorongan revitalisasi Museum Palagan Bojongkokosan menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang terintegrasi.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, menjadi motor penggerak transformasi ini dengan mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung wisata yang lengkap.
Kawasan Bojongkokosan di Kecamatan Parungkuda diproyeksikan tidak hanya menjadi situs pengingat perjuangan, tetapi juga pusat aktivitas pelancong.
Dalam pertemuan lintas sektor yang digelar Rabu (6/5/2026), konsep pengembangan ini mulai dimatangkan bersama Dinas Pariwisata, Disbudpora, hingga unsur Setda.
Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem pariwisata yang solid di gerbang utara Sukabumi.
Hera Iskandar menegaskan bahwa Bojongkokosan memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan. Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa yang ada di
Kabupaten Sukabumi harus dikemas dengan cara yang menarik agar memiliki nilai edukasi sekaligus daya tarik wisata.
Salah satu terobosan yang ditawarkan adalah pembangunan amphitheater. Fasilitas ini nantinya akan berfungsi sebagai ruang pemutaran film sejarah yang interaktif, sehingga wisatawan—terutama pelajar—dapat menikmati pengalaman wisata edukasi yang tidak membosankan.
Tak hanya soal masa lalu, kawasan ini dirancang untuk menjadi “pintu gerbang” informasi bagi wisatawan. Bojongkokosan akan difungsikan sebagai pusat informasi wisata yang menyediakan data lengkap mengenai destinasi lain di Sukabumi, jarak tempuh, hingga estimasi biaya perjalanan.
Aspek kebudayaan lokal juga akan diberi panggung khusus di kawasan ini. Rencananya, pertunjukan kesenian dan tradisi khas Sukabumi akan ditampilkan secara rutin untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menghibur para pengunjung yang datang.
Dari sisi ekonomi pariwisata, revitalisasi ini juga akan merangkul para pelaku UMKM lokal. Dengan meningkatnya kunjungan wisata ke Bojongkokosan, produk-produk kerajinan dan kuliner khas Sukabumi diharapkan dapat terserap maksimal oleh pasar wisatawan.
Politisi Partai Gerindra tersebut menekankan bahwa meski sentuhan modern dan digital akan diberikan, nilai historis asli Museum Palagan akan tetap dijaga.
Penggunaan konten edukatif berbasis digital dianggap perlu agar destinasi ini relevan dengan gaya hidup wisatawan masa kini.
Terkait progresnya, Hera menyebutkan bahwa gagasan ini masih dalam tahap awal pembahasan ide. Pihaknya di DPRD kini berfokus menghadirkan konsep matang sebelum melangkah ke tahap pembahasan anggaran atau rencana aksi teknis bersama pemerintah daerah.
Ke depan, pemerintah daerah juga membuka opsi kerja sama dengan pihak swasta guna mempercepat realisasi pembangunan fasilitas wisata ini. Kajian teknis yang mendalam akan segera dilakukan agar pengembangan tetap beriringan dengan pelestarian cagar budaya.
Hera berharap rencana ini dapat segera terwujud melalui langkah-langkah nyata di lapangan. Targetnya jelas, menjadikan Bojongkokosan sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan edukasi paling representatif di Kabupaten Sukabumi yang mampu memikat wisatawan domestik maupun mancanegara.
(NA)
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *