Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Opini

Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

7
×

Peranan Wanita Sukabumi dalam Meningkatkan Indeks Prestasi Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Ika Kartika, M.Si Komisaris PT. Aruna Evara Utama
Example 468x60

Oleh: Ika Kartika, M.Si
Komisaris PT. Aruna Evara Utama

INDVESTA.ID – Dalam pembangunan daerah modern, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan kemajuan ekonomi suatu wilayah. Kabupaten dan Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perdagangan, industri kreatif, pariwisata, dan UMKM. Namun, keberhasilan pembangunan ekonomi lokal tidak hanya bergantung pada investasi dan infrastruktur, melainkan juga pada kualitas manusia yang menggerakkannya. Dalam konteks ini, perempuan atau wanita Sukabumi memiliki peranan yang sangat strategis.

Selama bertahun-tahun, kontribusi perempuan sering kali dipandang hanya terbatas pada ruang domestik. Padahal dalam realitas ekonomi modern, perempuan telah menjadi bagian penting dalam sektor pendidikan, kewirausahaan, kesehatan, industri rumah tangga, hingga penggerak ekonomi digital. Peningkatan kualitas perempuan secara langsung berdampak pada peningkatan kualitas keluarga, pendidikan anak, produktivitas tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Jawa Barat terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih terdapat kesenjangan dibanding laki-laki. Di Sukabumi sendiri, partisipasi tenaga kerja perempuan telah menjadi salah satu penopang sektor informal, UMKM, perdagangan, dan industri jasa.

Selain itu, data pembangunan manusia menunjukkan bahwa peningkatan pendidikan dan kesehatan perempuan memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan kualitas sumber daya manusia. Dataset Indeks Pembangunan Manusia berbasis gender di Jawa Barat memperlihatkan bahwa daerah dengan kualitas pendidikan dan kesehatan perempuan yang lebih baik cenderung memiliki kualitas pembangunan manusia yang lebih tinggi.

Secara ilmiah, hal ini sejalan dengan teori Human Capital yang dikembangkan oleh Gary Becker, yang menjelaskan bahwa investasi pada pendidikan, kesehatan, dan keterampilan manusia akan meningkatkan produktivitas ekonomi. Dalam konteks Sukabumi, ketika perempuan memperoleh akses pendidikan yang baik, keterampilan kerja, kesehatan yang memadai, dan kesempatan ekonomi, maka dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.

Penelitian terbaru mengenai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan di Jawa Barat menunjukkan bahwa faktor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan gender memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kontribusi perempuan dalam ekonomi daerah. Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa kesehatan perempuan dan akses terhadap sumber daya ekonomi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja perempuan. Perempuan Sukabumi saat ini telah banyak terlibat dalam berbagai sektor ekonomi lokal. Di sektor UMKM misalnya, perempuan mendominasi usaha kuliner, fesyen lokal, kerajinan, perdagangan kecil, hingga usaha berbasis digital dan media sosial. Dalam banyak kasus, perempuan juga menjadi penyangga ekonomi keluarga.

Keberadaan perempuan dalam aktivitas ekonomi terbukti memiliki efek berantai yang sangat besar, mulai dari meningkatkan pendapatan keluarga, memperbaiki kualitas pendidikan anak, meningkatkan kesehatan keluarga, mengurangi angka kemiskinan, hingga memperkuat ekonomi masyarakat tingkat bawah. Di wilayah pedesaan Sukabumi, banyak perempuan juga menjadi bagian penting dalam sektor pertanian dan industri rumahan. Sayangnya, sebagian besar masih berada di sektor informal dengan akses modal, teknologi, dan pelatihan yang terbatas. Karena itu, peningkatan kualitas perempuan tidak boleh hanya dipandang sebagai isu gender, melainkan sebagai strategi pembangunan ekonomi daerah.

Meskipun kontribusi perempuan semakin besar, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Beberapa di antaranya adalah rendahnya akses pelatihan keterampilan modern, masih terbatasnya akses pembiayaan usaha bagi perempuan, ketimpangan kesempatan kerja formal, rendahnya literasi digital di sebagian wilayah pedesaan, masih adanya stigma sosial terhadap kepemimpinan perempuan, serta keterbatasan perlindungan sosial dan kesehatan kerja bagi pekerja perempuan informal. Saya melihat jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka potensi besar perempuan Sukabumi tidak akan berkembang secara optimal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, diperlukan langkah strategis dan berkelanjutan.

Langkah pertama yang harus ditempuh adalah penguatan pendidikan dan pelatihan keterampilan. Pemerintah daerah perlu memperluas pelatihan berbasis kebutuhan industri modern seperti digital marketing, kewirausahaan, pengelolaan UMKM, teknologi pangan, desain kreatif, serta ekonomi digital. Perempuan muda Sukabumi harus dipersiapkan menghadapi ekonomi masa depan, bukan hanya ekonomi tradisional. Langkah kedua adalah penguatan UMKM perempuan melalui perluasan program bantuan modal, akses perbankan, dan pendampingan usaha. Banyak usaha perempuan gagal berkembang bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena kurangnya akses pasar dan pembinaan.

Langkah ketiga yang tidak kalah krusial adalah peningkatan literasi digital. Di era ekonomi digital, kemampuan teknologi menjadi kebutuhan utama. Pelatihan penggunaan media sosial bisnis, pemasaran daring (online), hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence) dapat membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan Sukabumi. Terakhir, langkah keempat adalah peningkatan kesehatan dan perlindungan sosial. Mengingat penelitian menunjukkan bahwa kesehatan perempuan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja, maka akses kesehatan ibu dan perempuan produktif harus menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

Untuk mendukung hal tersebut, ada beberapa kebijakan penting yang menurut saya perlu segera diimplementasikan oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus memperbesar investasi pembangunan SDM perempuan, membangun pusat pelatihan ekonomi kreatif perempuan, memperluas akses internet dan teknologi hingga ke desa, serta memperkuat program UMKM berbasis perempuan. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha dan perguruan tinggi, membuka lebih banyak ruang kepemimpinan perempuan, serta menciptakan kebijakan ekonomi yang ramah terhadap pekerja dan pelaku usaha perempuan.

Menurut saya, wanita Sukabumi bukan hanya bagian dari pembangunan, tetapi merupakan salah satu fondasi utama pembangunan itu sendiri. Ketika perempuan diberdayakan melalui pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan kesempatan ekonomi, maka kualitas sumber daya manusia daerah akan meningkat secara signifikan.

Pertumbuhan ekonomi lokal yang kuat tidak dapat dibangun hanya dengan infrastruktur fisik. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan lahir dari manusia yang berkualitas, produktif, sehat, dan berdaya. Dan dalam proses itu, perempuan Sukabumi memiliki peranan yang sangat besar untuk membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh wanita Sukabumi untuk menyatukan persepsi bersama demi mewujudkan tujuan mulia dalam membangun daerah tercinta.

Editor: Las

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *