Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Opini

Puisi Zulkifli Songyanan *

14
×

Puisi Zulkifli Songyanan *

Sebarkan artikel ini
Penulis.
Penulis.
Example 468x60

DON QUIXOTE ZAMAN KITA

 

Bagaimanapun

sekalipun tampak fiksional

ia lahir dari rahim demokrasi.

 

Dan meski saat lahir

usianya terlampau tua

ia makin terampil

main pedang dan naik kuda.

 

Hari ke hari

di atas kuda yang itu-itu juga

ia asah lidahnya berkarat

serta pedangnya tumpul

demi bikin tumbang

seluruh legiun asing

di kepalanya.

 

Pengeras suara dinyalakan

saban waktu.

Tepuk tangan dan juru dengung

membahana

di rentetan kabar baik

yang tak sudi

menghampiri kita.

 

(Lihat,

nilai

mata uang

dan

akal sehat

berjatuhan

dari istal

istananya).

 

Di hadapan kamera

tiap kali selesai

menyambangi benua

seorang pembisik—

Dulcinea yang menawan

tergopoh-gopoh

mengempit map dan rahasia

lantas menjentikkan jemari

tanda statistik nan epik

siap didiseminasikan

kepada dunia.

 

Ia pun mengangguk-angguk

menebar-nebar slogan

dan kecup jauh

dari atas tunggangannya.

Membiarkan sesosok badut

sebilah pedang

mencuat

dari kehampaan dirinya.

 

Sementara di luar kamera

jutaan ekor kuda

—atawa nasib sebuah bangsa

semakin gontai saja

menanggung gerak-gerik

lidah dan gagasannya

yang, wah, nahasnya

sudah sungguh sangat dalam

dalam binasa.

*) Zulkifli Songyanan adalah penulis puisi, esai, berita, dan iklan. Kartu Pos dari Banda Neira (2017) serta Saripati Hidup & Mati (2022) merupakan kumpulan puisinya yang sudah terbit. Saat ini sedang menyiapkan buku nonfiksi pertamanya, Hari-Hari di Avord Hostel.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *