INDVESTA.ID – Di bawah langit biru Kabupaten Sukabumi, sebuah transformasi besar sedang berlangsung. Kecamatan Cikembar, yang dahulu dikenal sebagai wilayah perlintasan nan sunyi, kini telah bersalin rupa menjadi denyut nadi ekonomi baru yang memadukan dua dunia: kekuatan industri global dan keteguhan akar pertanian.
Kecamatan Cikembar adalah wilayah strategis di bagian utara Kabupaten Sukabumi yang dikenal sebagai kawasan transisi antara industri dan pertanian. Berikut adalah profil lengkap dan potensi wilayahnya:
Profil Umum Kecamatan Cikembar
Wilayah Administrasi: Membawahi 10 desa, yaitu Desa Bojongharja, Bojongkembar, Bojongraharja, Cibatu, Cikembar, Cimanggu, Kertaraharja, Parakanlima, Sukamulya, dan Yayan.
Kepemimpinan: Saat ini dipimpin oleh Camat Asep Rusli Rusmawijaya, S.Pd, KP, M.MPd.

Geografi: Memiliki luas wilayah sekitar 8.651,83 hektare. Wilayahnya berbatasan dengan Sungai Cicatih di barat dan Sungai Cimandiri di selatan, dengan iklim sedang (18-32 °C).
Struktur Organisasi: Meliputi 44 Dusun, 103 RW, dan 438 RT.
Cikembar adalah sebuah kecamatan di bagian utara Kabupaten Sukabumi. Cikembar merupakan daerah kawasan industri dan pertanian, dengan membawahi 10 desa yang meliputi 44 Dusun, 103 RW, dan 438 RT.

Di Cikembar, sekitar 1.385,38 hektar di antaranya adalah tanah yang berupa sawah dan 5.148,09 hektar selebihnya adalah tanah kering. Iklim di Kecamatan Cikembar termasuk beriklim sedang dengan temperatur suhu rata-rata 18-32 C dengan curah hujan berkisar 1.200 s/d 2.200 mm/tahun Sebagian tanah daripada kecamatan Cikembar tidak termasuk daerah dengan risiko longsor yang tinggi. Tanah yang diberi status risiko rendah dan menengah tersebut meliputi Kelurahan Cikembar dan Kelurahan Bojong Kembar, Kelurahan Cimanggu serta Kelurahan Bojong Raharja dan Kelurahan Kertaraharja. Tanah yang diberi status hijau dan kuning tersebut merupakan tanah rata yang berisi area perumahan dan terbelah oleh jalan raya yang mengarah ke Gunung Guruh dan Kota Sukabumi.
Batas wilayah Cikembar meliputi
Sebelah Barat: Sungai Cicatih
Sebelah Selatan: Sungai Cimandiri dan Gunung Bengbreng
Sebelah Timur: Sungai Cipeundeuy
Sebelah Utara: Gunung Parigi (saat ini masuk Kecamatan Cicantayan)
Wisata
Peninggalan sejarah yang sekarang dapat dilihat adalah makam Raden Orsom, Puspanata, Kusumadinata dan Yudangkara yang berlokasi di Kampung Caringin, Kelurahan Cikembar.

Desa
Kecamatan Cikembar membawahi 10 desa, terdiri dari:
Nama Desa Luas Wilayah
Cikembar 795,24 Ha
Cimanggu 798,75 Ha
Kertaraharja 512,08 Ha
Sukamulya 1.656,98 Ha
Bojongkembar 1.712,54 Ha
Bojong 1.058,82 Ha
Parakanlima 775,79 Ha
Sukamaju 1.031,35 Ha
Cibatu 523,26 Ha
Bojongraharja 501,35 Ha
Gerbang Industri yang Tak Pernah Tidur
Melintasi jalanan utama Cikembar, mata kita akan disambut oleh deretan gerbang pabrik raksasa yang menjadi tumpuan hidup puluhan ribu warga. Di sini, jenama internasional seperti Adidas hingga New Balance lahir dari tangan-tangan terampil ribuan karyawan di PT Glostar Indonesia (GSI). Bukan sekadar alas kaki, Cikembar juga menjadi rumah bagi produk konsumsi harian melalui PT Kino Indonesia serta pusat riset farmasi berstandar internasional, PT Mersifarma.
Keberadaan Kawasan Industri Cikembar (KIC) di Desa Cimanggu seolah menegaskan bahwa wilayah ini adalah magnet bagi investor. Dari furnitur hingga tekstil, deru mesin di sini tak pernah berhenti, menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis dan mendorong Cikembar menjadi kawasan urban yang kian mandiri.
Padi Gogo: Nafas Agraris di Tengah Modernitas
Namun, di balik kepulan asap industri dan hiruk pikuk truk logistik, Cikembar tidak melupakan jati dirinya. Di sela-sela kawasan manufaktur, hamparan hijau masih membentang luas. Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung yang tak tergantikan.
Pada April 2026, semangat swasembada pangan berhembus kencang di wilayah ini. Melalui teknologi Poligonisasi, Dinas Pertanian memetakan kembali potensi lahan kering untuk pengembangan Padi Gogo. Cikembar menjadi salah satu titik strategis nasional untuk memastikan bahwa meskipun industri tumbuh, piring-piring rakyat tetap terisi oleh hasil bumi sendiri. Inilah bukti bahwa aspal jalan tol dan pematang sawah bisa tumbuh berdampingan.
Menjaga Warisan di Ambang Kemajuan
Cikembar adalah potret keseimbangan. Di satu sisi, ia menyambut masa depan dengan kebijakan progresif seperti Work From Home (WFH) bagi ASN-nya untuk efisiensi digital. Di sisi lain, ia tetap memeluk sejarahnya melalui situs-situs keramat seperti Makam Raden Orsom, pengingat akan nilai-nilai luhur yang mendasari tanah ini.
Kepemimpinan Camat Asep Rusli Rusmawijaya membawa visi Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui Puskesmas Cikembar, memastikan bahwa di tengah pesatnya pembangunan, kesehatan dan kesejahteraan warga tetap menjadi prioritas utama.
Penutup: Menuju Masa Depan
Cikembar kini bukan lagi sekadar nama kecamatan. Ia adalah simbol ambisi Kabupaten Sukabumi. Sebuah wilayah yang berani bermimpi menjadi pusat manufaktur kelas dunia tanpa harus mengkhianati tanah pertaniannya. Di Cikembar, masa depan dirajut melalui sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan kerja keras masyarakatnya yang tak kenal lelah.
Potensi Utama Wilayah
- Kawasan Industri Strategis
Cikembar diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sukabumi karena ketersediaan lahan industri yang luas.
Pusat Manufaktur: Terdapat banyak perusahaan besar, seperti PT Kino Indonesia Tbk, PT Citra Unggul Perkasa Garment, dan industri pengolahan batu alam (Green Stone).
Kawasan Industri Terpadu: Adanya Kawasan Industri Cikembar (KIC) di Desa Cimanggu yang menarik investor global, termasuk dari China untuk sektor furnitur.
- Sektor Pertanian & Sumber Daya Alam
Meski industri berkembang pesat, Cikembar tetap mempertahankan basis agrarisnya.
Komoditas Unggulan: Penghasil padi (sawah dan gogo), ubi kayu, ubi jalar, jagung, serta buah-buahan seperti manggis dan pepaya.
Kekayaan Mineral: Tanah di wilayah ini mengandung mineral bernilai tinggi dan batuan tambang.
- Infrastruktur & Transportasi
Aksesibilitas: Lokasi Cikembar diuntungkan oleh kedekatannya dengan akses Tol Bocimi Seksi 2, yang mempermudah distribusi barang menuju pasar nasional dan global.
Pelayanan Publik: Didukung oleh fasilitas kesehatan seperti UPTD Puskesmas Cikembar yang telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP).
- Potensi Budaya & Sejarah
Kecamatan ini memiliki situs peninggalan sejarah berupa makam tokoh-tokoh penting seperti Raden Orsom dan Kusumadinata di Kampung Caringin.
Meskipun dikenal sebagai kawasan industri, Kecamatan Cikembar memiliki beberapa destinasi wisata alam tersembunyi yang menawarkan suasana sejuk dan pemandangan unik. Berikut adalah daftar tempat wisata di Cikembar dan sekitarnya:
Wisata Alam & Spot Foto
Danau Bacan (Danau Dano): Terletak di wilayah Bojong, danau ini merupakan bekas galian tambang batu hijau. Daya tarik utamanya adalah air berwarna hijau tosca yang jernih dan tebing batu kuarsa yang menjulang di sekelilingnya.
Kebun Pinus CMV: Berlokasi di Jalan Pelabuhan II KM 15, Desa Bojong. Tempat ini merupakan destinasi favorit untuk rekreasi keluarga dan piknik karena suasananya yang asri dan rindang dengan fasilitas taman bermain anak.
Batu Karang Sarongge: Berada di Desa Bojong, menawarkan hamparan batu karang berwarna putih dengan udara yang sangat sejuk. Tempat ini menjadi lokasi alternatif bagi warga untuk melepas penat sambil menikmati pemandangan alam.
Tebing Sarongge: Spot khusus bagi pecinta adrenalin yang ingin mencoba olahraga rock climbing. Area ini memiliki sumber mata air dan ekosistem hewan yang masih terjaga.
Wisata Religi & Sejarah
Masjid Al-Jabbar Cikembar: Berlokasi di Jalan Raya Cikembar-Palabuhanratu, Desa Bojongraharja. Meski sempat dikabarkan kurang terawat, masjid megah ini memiliki arsitektur yang menarik dan halaman luas.
Gereja Pangharepan Cikembar: Salah satu tempat ibadah bersejarah di Sukabumi yang terletak di Jalan Raya Sukabumi-Palabuhanratu.
Situs Sejarah Lokal: Terdapat makam tokoh penting sejarah Sunda seperti Raden Orsom dan Kusumadinata di Kampung Caringin yang sering dikunjungi untuk ziarah dan edukasi sejarah.
Wisata Sekitar Cikembar (Dekat Akses)
Karang Para: Terletak di Kecamatan Gunungguruh yang berbatasan langsung dengan Cikembar. Menawarkan pemandangan kota Sukabumi dari ketinggian bukit batu karang, sangat populer untuk berfoto dan menikmati sunset
(Jackz)
















