INDVESTA.ID – Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan tradisi yang luar biasa, mulai dari seni pedalangan hingga ratusan paguron pencak silat asli daerah. Sayangnya, potensi besar ini belum menjadi mesin penggerak utama perekonomian.
Wisata budaya harus segera digarap secara agresif untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini menjadi jalan nyata mewujudkan visi Sukabumi yang Mubarakah (penuh berkah, sejahtera, dan religius) dengan mengedepankan kemandirian talenta lokal.
Mengubah Warisan Menjadi Kesejahteraan
Selama ini, Sukabumi lebih dikenal dengan wisata alam seperti pantai dan pegunungan. Padahal, wisatawan modern kini mencari pengalaman atraksi budaya yang autentik.
Prestasi gemilang putra daerah Sukabumi dalam berbagai lomba padalangan serta eksistensi ratusan paguron pencak silat lokal asli Sukabumi menjadi bukti nyata kualitas seniman kita. Kekayaan aset hidup inilah yang harus diadopsi menjadi magnet wisata utama.
Ketika pertunjukan wayang golek dan atraksi pencak silat dari paguron lokal dikemas secara profesional, sektor ini akan menarik banyak wisatawan.
Dampaknya jelas: hotel lebih terisi, UMKM hidup, dan retribusi daerah meningkat. Ekosistem ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal ini yang akan mengisi pundi-pundi PAD secara berkelanjutan.
Strategi Akselerasi : Stop Impor Talenta, Optimalkan Aset Lokal
Untuk memastikan perputaran ekonomi tetap berada di dalam daerah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi harus fokus pada empat strategi taktis diantaranya :
1.Stop Talenta Luar Daerah: Pemkab harus berkomitmen penuh menghentikan kebiasaan menyewa penampil dari luar daerah dalam acara resmi pemerintah. Berdayakan berbagai talenta lokal, Sukabumi kaya akan hal ini. Inventaris dan berdayakan.
2.Bangun Mitra Strategis : Libatkan secara aktif Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Sukabumi sebagai motor penggerak utama pertunjukan, tak perlu panggil Giri Harja lagi, talenta Pedalangan Sukabumi sangat potensial dan profesional, hanya butuh dukungan.
3.Panggung Paguron Silat: Undang dan optimalkan pelibatan paguron pencak silat lokal asli Sukabumi dalam setiap pentas seni budaya dan penyambutan tamu daerah.
4.Optimalkan Potensi Petani Bonsai Sukabumi : Banyaknya potensi seni bonsai yang diolah para seniman dan petani bonsai di Sukabumi belum banyak dinikmati oleh warga Sukabumi. Mungkin banyak yang belum tahu, Bonsai Sukabumi banyak dibeli murah disini dan dijual mahal di luar Sukabumi.
Optimalkan dengan perhatian kepedulian dan bangun kerjasama bersama Dinas Pertanian dan Pariwisata, jika memungkinkan buat Bonsai Center semacam Dekranasda yang berfokus pada Pemberdayaan Bisnis UMKM bertajuk Seni Bonsai.
5.Revisi Kalender Festival Mandiri: Perlu penetapan ulang jadwal pengisi festival tahunan terintegrasi yang menampilkan kolaborasi dalang dan pesilat berprestasi asli Sukabumi serta karya-karya indah Master Bonsai Sukabumi.
Berkah Budaya untuk Sukabumi Mubarakah
Visi Sukabumi Mubarakah menekankan pembangunan yang seimbang antara material, spiritual, dan kehormatan jati diri.
Mengoptimalkan putra daerah bukan sekadar urusan efisiensi anggaran, melainkan bentuk penghargaan tertinggi terhadap identitas tanah kelahiran. Siap talenta lokal, Kabupaten Sukabumi mempunyai segudang talenta yang perlu di inventarisir dan berdayakan.
Saat seniman dan pesilat lokal dan potensi lain bangkit berdaya, ekonomi masyarakat berputar, dan budaya terjaga tanpa ketergantungan dari luar. Disini bukan hanya berbicara PAD untuk Pemkab Sukabumi tapi juga kesinambungan peningkatan ekonomi warga Sukabumi secara nyata, di situlah keberkahan sejati yang mandiri akan terwujud.
Oleh : A.Zazuli-Sekretaris PWI Kab.Sukabumi


















